MENGAPA Gubernur Viktor RAJIN Kunjungi Tambak GARAM

Foto Gubernur Viktor (ke-3 dari kiri) di lokasi tambak garam ke Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang-Timor NTT Minggu 07 Juli 2019. Doc. CNC/humas dan protokol setdanttt.

Produktivitas dan kualitas garam yang luar biasa dari Provinsi NTT menjadikan ‘NTT Gudang Garam’ terbesar untuk kebutuhan nasional. Bayangkan saja tahun 2018 garam NTT menyumbang 1 juta metric ton. Luar biasa bukan?  

Citra-News.Com, KUPANG – PROVINSI NTT pada tahun 2018 bisa menyumbang sebagian kebutuhan nasional sekitar 1 juta metric ton dari kebutuhan impor sebesar 3,7 juta metric ton. Angka produktivitas garam nasional ini berasal dari lahan garam di Kabupaten Kupang, Malaka, TTU,  Rote Ndao,  Sabu Raijua, dan Kabupaten Nagekeo.

“Saya datang untuk memastikan persiapan kita dalam menyambut kunjungan Bapak Presiden nanti. Kita harus sungguh meyakinkan bapak Presiden, NTT bisa menyumbang sebagian dari kebutuhan garam nasional yang kita impor pada tahun 2018 sebesar 3,7 juta metrik ton. Kita bisa sumbang sekitar 1 juta metrik ton. Kita punya lahan produksi garam berkualitas di Kabupaten Kupang,  Malaka, TTU,  Rote Ndao,  Sabu dan Nagekeo,”jelas Gubernur dalam kunjungannya ke Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang-Timor NTT pada Minggu 07 Juli 2019.

Hari itu sebelum melakukan pertandingan Tinju Eksebisi dengan mantan juara Tinju Dunia, Chris John di GOR Flobamorata pukul 18.00, Gubernur  Viktor pada pukul 13.00 menyempatkan diri melakukan kunjungan ke lokasi tambak garam di Desa Nunkurus.

Ternyata pria asal Pulau Semau Kabupaten Kupang ini rajin mengunjungi Tambak Garam di Desa Nunkurus karena menurut rencana pada tanggal 20 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo (JOKOWI) akan melakukan panen garam di lokasi tersebut.

Gubernur Viktor turun memantau sekaligus ingin memastikan perkembangan tambak garam yang dikerjakan oleh PT.  Timor Live Stock Lestari. Karena sebelumnya pada Rabu, 3 April 2019, Gubernur Viktor meminta perusahaan tersebut untuk terus meningkatkan produktivitas garam di atas lahan yang masuk dalam kawasan Teluk Kupang.

Turut hadir pada kesempatan tersebut,  Wakil Bupati Kupang,  Kapolres Kupang,  Karo Humas dan Protokol NTT,  Pimpinan Perusahaan PT Timor Live Stock Lestari,  Kepala Desa Nunkurus dan puluhan warga Nunkurus.

Warga Diminta Tidak Terprovokasi

Gubernur mengingatkan warga Nunkurus untuk tidak terpengaruh dengan berbagai pendapat yang coba mengadu domba. Warga masyarakat jangan terprovokasi dengan pendapat yang mengadudomba pemerintah Provinsi NTT dengan pemerintah Kabupaten Kupang. Pemerintah  telah berjuang keras agar lahan yang kurang lebih 26 tahun ditelantarkan itu bisa diberdayakan, pinta Gubernur Viktor.

“Kita telah berusaha keras dan meyakinkan kementerian terkait agar lahan ini difungsikan. Ini semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Saya minta masyarakat untuk kerja baik-baik. Olah lahan ini untuk masa depan yang lebih baik. Silahkan pilih dan pertimbangkan secara baik,  mau kerja sawah atau mau usaha garam. Pikirkan baik-baik,  mana yang paling menguntungkan,” ungkap mantan Ketua Fraksi Nasdem ini.

Gubernur juga mengajak warga untuk mulai memikirkan menanam tanaman holtikura seperti sayur-sayuran. Terutama untuk memenuhi kebutuhan para pekerja tambak garam. Pemerintah daerah siap bantu sediakan sumur bor. Juga kita bisa minta perusahaan garam untuk menggunakan dana CSR buat sumur bor bagi warga, tambah Viktor.

Foto Gubernur Viktor didampingi Karo Humas dan Protokol Setda NTT (ke-5 dari kiri) di lokasi tambak garam ke Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang-Timor NTT Minggu 07 Juli 2019. Doc. CNC/humas dan protokol setdanttt.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Timor Live Stock Lestari, Stanley Jayapranata,   mengatakan, perusahaannya siap menerima kedatangan Bapak Presiden. Dari 600 hektar lahan yang dikelola perusahaan,  ada 25 hektar yang sudah jadi dan sudah dilakukan panen selama ini.  Lahan inilah yang nantinya dilakukan panenan oleh bapak Presiden.  Minimal produksi pada saat itu nanti mencapai 300 ton.

“Saya kira kita sudah sangat siap. Nanti pas presiden datang akan panen di 25 hektar yang sudah jadi. Tapi secara keseluruhan konstruksi sudah jadi. Untuk yang 600  hektar ini akan berproduksi secara 100 persen tahun depan,  namun akhir tahun ini sebagian besarnya sudah mulai berproduksi, ”jelas Stanley.

Total produksi, sebut Stanley, dari 25 hektar yang sudah dikelola selama ini sudah mencapai 100 ton.  Untuk pemasarannya,  dilakukan kerjasama dengan PT Garam Nasional.

Kepala Desa Nunkurus, Karel Foes mengapresisi kehadiran perusahaan garam di Desa Nunkurus. Karena selama ini, masyarakat kurang terlalu paham dengan pengelolaan garam yang baik.  Masyarakat hanya usaha garam secara tradisional untuk kebutuhan rumah tangga dan bukan untuk dijual.

“Ini sangat menolong dan membantu kami.  Karena sebagian besar pekerjanya dari masyarakat dan menambah penghasilan masyarakat. Selama ini kami sangat awam dengan pengelolaan garam seperti ini.  Ketika dengar tambak garam dan ada program tentang tambak garam,  kami rasakan ini berkat Tuhan lewat pemerintah untuk kesejahteraan masayarakat,” kata Karel.

Dalam perjalanan ke Nunkurus, Gubernur bersama rombongan sempat singgah di lahan peternakan sapi PT. Bumi Tirta Oesao Kecamatan Kupang Timur.  Gubernur berencana untuk mengembangkan sapi Wagyu dari Jepang di lahan milik Perusahaan tersebut. +++ citra-news.com/reportntt.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *