KONTRIBUSI Orangtua BUKTI Tanggung Jawab Bersama PENDIDIKAN

Foto Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno, Kepala Sekolah SMKN 5 Kupang saat diwawancarai awak citra-news.com di ruang kerjanya, Sabtu 29 Juni 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Sebelum memulai aktivitas belajar mengajar, pihak sekolah membuat kesepakatan-kesepakatan dengan orangtua siswa baru. Tujuannya untuk memberikan pemahaman bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

Citra-News.Com, KUPANGKEPALA SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno mengatakan, pendidikan adalah tanggung jawab bersama semua pihak. Baik oleh pemerintah, orangtua, dan guru atau pendidik yang berada pada sebuah lembaga pendidikan tertentu.

“SMKN 5 Kupang adalah salah satu lembaga pendidikan formal tingkat menengah atas. Dalam menatalaksana pendidikan di lembaga ini, kami tidak sendiri. Ada kolaborasi tanggung jawab antara pemerintah, masyarakat (orangtua siswa), dan kami guru atau para pendidik yang ada di sekolah ini. Yang tentunya para pihak ini dengan bentuk tanggung jawabnya masing-masing. Namun berkolaborasi dalam satu kesatuan yang utuh,”ungkap Safirah saat ditemui awak citra-news.com di ruang kerjanya, Sabtu 29 Juni 2019.

Menurut Kepala Sekolah (Kasek) yang baru dilantik Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi pada Selasa 07 Mei 2019 ini, momentum PPDB (pendaftaran peserta didik baru) adalah awal yang baik untuk menyampaikan seluk-beluk penatalaksanaan pendidikan di SMKN 5 Kupang.

“Kemarin kami sudah melakukan pertemuan (rapat, red) bersama orangtua siswa baru tahun ajaran 2019/2020. Kami berinisiasi membuat rapat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.  Terhadap pembiayaan pendidikan anak adalah salah satu bentuk kolaborasi tanggung jawab orangtua,”tegas Safirah.

Foto siswa Komli bangunan SMKN 5 Kupang diawasi guru Komli Domi Wadu, melakukan praktek menjelang ujian komptensi keahlian (UKK). Doc. CNC/marthen radja.

Sebagai sekolah kejuruan, lanjut dia, tentunya membutuhkan bahan-bahan praktek siswa yang mungkin saja ‘luput’ dari bantuan pemerintah. Contohnya baju praktek sesuai jurusan atau Komli (kompetensi keahlian) masing-masing, baju olahraga, atribut sekolah topi dan dasi, raport, kartu osis, dan beberapa lainnya.

Kesemuanya ini membutuhkan kontribusi dari orangtua siswa. Dimana di SMKN 5 Kupang ini iuran-iuran semacam itu dibayarkan pada awal masuk sekolah. Sehingga di momentum PPDB ini atau saat pendaftaran ulang kontribusi-kontribusi yang dimaksudkan dibayar terlebih dahulu. Dan hal-hal seperti ini kami sudah bicarakan bersama orangtua siswa baru dan dihadiri juga Ketua Komite sekolah, tandasnya.

Inisiasi ‘SMART’ Kasek SAFIRAH

Inisiasi ‘smart’ lain yang juga kami terapkan disini, tambah Safirah, yakni asuransi. Ini penting karena sekolah kejuruan identik dengan peralatan mesin. Bila suatu ketika terjadi hal-hal diluar perkiraan (force major) maka siswa yang mengalami kecelakaan kerja, sudah ada asuransinya. Dengan kata lain selama 3 (tiga) tahun peserta didik (siswa) yang ada di SMKN 5 Kupang, masing-masingnya sudah memiliki asuransi.

Juga bila ada siswa karena buru-buru tidak makan lalu datang ke sekolah, mengalami sakit maka dana P3K dari item UKS kita gunakan untuk membeli kebutuhan obat-obatan yang diperlukan. Bila sakit berlanjut maka dirujuk ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat.

“Pembiayaan-pembiayaan (kontribusi) tambahan dari orangtua siswa dihitung selama tiga tahun. Yang dibayarkan pada awal tahun masuk sekolah. Sehingga kalau pak wartawan melihat ada antrian di loket pendaftaran ulang (registrasi) ini sekaligus membayar biaya-biaya yang dimaksudkan. Dengan item-item biayanya terpajang jelas (transparan). Dari uang sekolah, uang prakering (praktek), dan lain-lain biaya,”beber Safirah engan tidak merinci besaran biaya dari masing-masing item.

Foto Para orang tua siswa PPDB TA 2019/2020 berdesakan antri saat mendaftar ulang di SMKN 5 Kupang, Jalan Nanga Jamal No.1 Naikoten 1 Kota Kupang, Timor NTT, Sabtu 29 Juni 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Menjawab kebutuhan listrik, kata Safirah, pihaknya telah bekerjasama dengan PLN Cabang Kupang untuk memasang Gardu Khusus untuk SMKN 5 Kupang saja. Pasalnya, kebutuhan daya listrik untuk sekolah kejuruan lebih tinggi jika dibandingkan dengan sekolah menenagah ataus umum lainnya.

“Kami di sekolah kejuruan mestinya harus punya gardu tersendiri yang secara khusus melayani kebutuhan listrik, terutama di unit-unit produksi. Ada unit (Komli) bangunan, ada Komli multimedia, dan lain-lain ada 10 Komli yang ada di sekolah ini umumnya menggunakan daya listrik dengan tegangan tinggi. Sehingga kami butuh penambahan daya dan dengan gardu tersendiri atau tidak tergabung dengan masyarakat umum sekitar sekolah,”jelas Safirah.

Nah, untuk kebutuhan kelistrikan ini, tambah dia, mengingat juga pelaksanaan UNBK (ujian nasional berbasis komputer). Guna meminimalisir permasalahan listrik saat UNBK maka dari awal tahun ajaran baru kita sudah mengantisipasinya dengan penambahan daya dan kepemilikan gardu listrik tersendiri. Demikian juga kebutuhan internet, yakni menggunakan jasa Telkom dengan layanan prima. Kesemua pengadaan kebutuhan ini demi terlaksananya tatakelola pendidikan di SMKN 5 Kupang. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *