YANI dan FRANS Bangga Punya Kader Terbaik EMILIA

Ir. EMILIA Julia Nomleni, pose usai terpilih jadi Ketua DPD PDIP NTT. Doc. CNC/marthen radja.

Mempososikan kader partai menjadi seorang pemimpin di PDIP adalah KUALITAS. Bukan dilihat dari segi agama, suku, dan Ras. Dan juga bukan karena dia seorang laki-laki atau perempuan, semuanya setara.

Citra-News.Com, KUPANG – SETIAP ORANG ada jamannya dan setiap jaman ada orangnya. Pemeo kuno model ini sejatinya terjadi di kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPD PDIP NTT). Setelah melalui mekanisme kepartaian, akhirnya Ir. EMILIA Julia Nomleni dinobatkan menjadi Ketua DPD PDIP NTT.

“Kita di PDIP inikan dilihat dari segi kualitas. Bukan dilihat dari segi agama, suku, dan Ras. Juga bukan dilihat karena dia laki-laki atau perempuan. Semua kader di partai ini setara dan berkualitas. Jadi hal-hal soal agama dan lain-lain itu kita abaikan bahkan Tidak Ada. Terpilihnya Emi Nomleni manjadi ketua DPD PDIP NTT bagi saya, saya dan Frans kami berbangga. Karena telah sukses menghantarkan PDIP kembali pada marwah partai yang sesungguhnya. Atau yang lazim dinamakan regenerasi,”demikian politisi senior PDIP NTT, Ir. KAREL Yani Mboeik ketika ditemui citra-news.com  di sela-sela acara Konferda PDIP di Neo Aston Hotel, di bilangan Jalan Piet Alexander Tallo Kota Kupang, Timor -NTT, Kamis 25 Juli 2019.

Ir. KAREL Yani Mboeik (ke-4 dari kiri) didampingi Chen Abubakar (ke-2 dari kiri). Doc. CNC/marthen radja

Dalam sejarah partai politik di tanah air atau Provinsi NTT khususnya, kata Yani, semua orang tahu kalau saya (Karel Yani Mboeik, red) dan Frans Lebu Raya telah menorehkan sejarah baru di PDIP ini. Suka duka dan sukses gagalnya dalam membangun masa depan partai ini telah kami lalui bersama.

“Kalau setelah menjadi ketua partai lalu dari partai juga mengusung Emilia jadi Ketua DPRD Provinsi NTT periode 2019-2014, saya kira tidak ada masalah sebetulnya.  Memang sudah begini lama kan kita menghantar politisi perempuan ke jabatan-jabatan politik di tanah air. Megawati Soekarno Putri sudah dari dulu menjadi pemimpin partai ini bahkan pernah menjabat sebagai Presiden RI. Ini adalah torehan fakta-fakta sejarah kepemimpinan kita. Tidak ada urusan soal laki-laki atau perempuan, agama, dan lain-lain. Yang kami omong adalah soal kualitas. Dan figure Emilia tidak perlu diragukan,”beber Yani berulang.

Diketahui, hasil Konferensi Daerah (Konferda) ke-5 PDIP Provinsi NTT di Kupang, pada Kamis 25 Juli 2019 telah membukukan tiga nama beken jadi pengurus Inti DPD PDIP NTT. Mereka adalah KETUA, Ir. EMILIA Julia Nomleni; YUNUS Takandewa sebagai SEKRETARIS dan PATRIS Laliwolo ada;ah BENDAHARA partai. Ketika figure politisi ini telah membalut keterwakilan bumi NTT dan Nusa Flobamora dalam satu perisai kebhinekaan tapi satu dan utuh- the Unity of Diversity.

Ir. EMILIA Julia Nomleni (kiri), didampingi YUNUS Takandewa memberikan keterangan pers di Neo Aston Hotel Kupang, Kamis 25 Juli 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Dalam mana Emilia (anggota terpilih DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024) adalah keterwakilan Timor, Alor, Rote Ndao, dan Sabu Raijua. Sementara Yunus (jabatan sekarang Waki Ketua DPRD Provinsi NTT). Dan kini kembali terpilih kembali jadi anggota DPD Provinsi NTT periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Sumba. Sedangkan Patris mewakili Flores dan Lembata, ia kini kembali terpilih jadi anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024 dengan mengantongi suara terbanyak mendekati 23 ribu dari Dapil NTT 5 Kabupaten Ngada-Nagekeo-Ende- dan Kabupaten Sikka.

Hari Ini Adalah Fakta dan Hari Esok Itu Harapan

Menjawab soal konstelasi politik DPIP NTT ini ke depan, mantan anggota DPRD Provinsi NTT ini mengatakan, iya harapan kami kan hari ini Emilia sebagai ketua partai. Dan kalau hari esok diijinkan oleh PDIP menjadi Ketua DPRD Provinsi NTT, iya untuk suksesi di Pemilu Gubernur NTT untuk 5 tahun ke depan, kan mereka-merekalah yang menentuan siapa-siapa yang akan maju di kontestasi ini. Tapi fakta hari ini Emilia sebagai kader terbaik PDIP.

“Lazimnya PDIP memilih kader terbaik, tidak ada orang yang lain. PDIP dalam memilih seorang pemimpin adalah kader terbaik dan berkualitas. Dan hari ini adalah fakta yang membuktikan kalau Emilia adalah kader terbaik. Dia ketua partai dan sebentar lagi iya kalau diijinkan PDIP menjadi ketua DPRD Provinsi NTT. Iya bagi saya fakta hari ini bisa menjadi harapan untuk Emilia di hari esok bukan?,”Yani beretoris.

Diluar sana orang beranggapan pasca Frans Lebu Raya, perkembangan PDIP bakal lambat. Komentar anda? Tohok awak citra-news.com. Menurut Yani, anggapan semacam ini hal biasa dalam perpolitikan di tanah air. Tapi kita kembali pada fakta saat ini dimana PDIP adalah partai pemenang dan sedang berkuasa. Terbukti juga Pemilu tahun 2019 PDIP di NTT ini khususnya, kita memiliki pasokan suara yang amat sangat signifikan.

Ir. KAREL Yani Mboeik (ke-2 dari kiri). Doc. CNC/marthen radja

Jadi soal orang memilih PDIP atau tidak, tegas Yani, iya indikatornya dilihat dari konsistensi partai ini konsisten apa tidak. Kami PDIP kan konsisten. Soal agama tidak ada lagi masalah karena memang itu tidak ada. Kami nasionalis dan demokratis. Ini jualan kami di PDIP, sampai kapan pun. Ideologi kita jelas. Tidak ada partai lain di Indonesia yang punya ideology seperti PDIP ini.

PDIP Jadi Agent of Change

Lebih jauh sang politisi beken PDIP NTT ini mengingatkan bahwa PDIP ini besar bukan karena Emilia atau siapapun dia jadi ketua partai. Akan tetapi PDIP ini besar karena ideology. Dan ideology itu yang membuat mereka konsisten.

“Kalau partai yang tidak punya ideology itu sangat bahaya. Iya, bisa jadi pecundang. Kalau konsistensinya jelas itu yang dikatakan melahirkan regenerasi partai yang berkualitas jua. Saya yakin itu, figur-figur partai yang berkualitas sekarang ini pada 5 tahun 10 tahun ke depan bisa menjadi pemimpin masa depan NTT atau bahkan nasional,”tuturnya.

Bahkan Yani bisa menampik kalau Parpol (partai politik) yang di Indonesia tidak sekonsisten PDIP. Tidak ada. Mereka sering beruba-ubah, koq. Itu fakta, tegasnya.

Sambutan Pengurus DPP PDIP, ANDRE Hugo Parera usai pelantikan KSB  DPD PDIP Provinsi NTT di Neo Aston Hotel Kupang, Kamis 25 Juli 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Dengan konsistensi yang dimiliki PDIP, sambung Yani, maka niscaya PDIP akan menembus batas setiap kontestasi politik di Pemilu atau Pilkada. Dimana untuk konteks Provinsi NTT, Pilkada tahun 2020 terjadi di 9 (Sembilan) kabupaten. Masing-masing Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sabu Raijua, Malaka, Belu, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Kalau dari 9 Pilkada di NTT kita target 9 kabupaten pasanagn bupati dan atau Wakil dari PDIP. Kita akan meyakinkan rakyat bahwa yang PDIP sodorkan adalah figur partai yang berkualitas. Kalau rakyat juga sudah yakin maka PDIP juga secara konsisten memberikan ruang bagi kader-kadernya yang berkualitas untuk menjadi pemimpin masa depan. Mereka-mereka yang berkualitas inilah menjadi agen-agen perubahan (the agent of change). Dan itu pembuktian bahwa PDIP itu konsisten dalam melakukan perubahan-perubahan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,”ucapnya yakin. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *