Gubernur VIKTOR Bekukan Pekerjaan MONUMEN PANCASILA

Tampak gedung mangkrak Monumen Pancasila di bilangan Tenau Kupang, Timor-NTT. Doc. CNC/Satpol PP NTT.

Hari pertama menjabat sebagai Kasat Pol PP Provinsi NTT, CORNELIS Wadu dan pasukanya langsung ‘menyerbu’ proyek bermasalah pembangunan Gedung Monumen Pancasila di bilangan Tenau Kupang Timor-NTT.  Sadis…!

Citra-News.Com, KUPANG – ENTAH menjadi target ataupun bukan, tapi yang pasti megaproyek pembangunan Gedung NTT Fair dan Monumen Pancasila sudah dalam genggaman tangan pihak Kejaksaaan Tinggi Provinsi NTT.  Fakta ini berawal dari ditahannya 6  (enam) orang Tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung NTT Fair beberapa waktu lalu.

Erat kaitannya dengan proyek pembangunan gedung NTT Fair ini maka kini tiba juga giliran Monumen Pancasila.  Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat telah mem-PHK-kan kontraktor pelaksana pembanguan  gedung Monumen Pancasila yang dibangun di era Gubernur NTT ke-7, Drs. FRANS Lebu Raya.

“Sejak Jumat 26 Juli 2019 bapak Gubernur Viktor sudah mem-PHK-kan pihak kontraktor pelaksana, PT ERO.  Surat PHK ini diikuti dengan penertiban asset pemerintah yang sudah dibeli dari uang APBD Provinsi dan sumbangan ASN lingkup Pemprov. Maka kami selaku pihak Penegak Perda dan Perkada melakukan penertiban terhadap asset yang ada di lokasi proyek,”kata CORNELIS Wadu, Kasat Pol PP Provinsi NTT kepada wartawan Senin, 29 Juli 2009.

Petugas Polisi Pamong Praja tengah melakukan penertiban pembangunan gedung mangkrak Monumen Pancasila di bilangan Tenau Kupang, Timor-NTT. Doc. CNC/Satpol PP NTT.

Berani, tegas, dan loyal terhadap atasan yang menjadi modal dasar setiap anggota Satuan Polisi Praja (Satpol PP) dalam melakukan tindakan.  Oleh karena itu, lanjut Cornelis, sebagai abdi Negara pihaknya tidak gentar dengan apapun yang dihadapi. Nyawa sekalipun jadi taruhan demi mengamankan Peraturan daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

“Dengan spirit ini pula maka hari ini saya perintahkan petugas Pol PP untuk turun ke lapangan. Saya minya supaya hari ini juga batas pukul 18.00 Wita semua material yang dibeli dari nilai kontrakakan yang ada diamankan. Sedangkan peralatan milik pihak kontraktor dan tukang harus berhenti kerja. Karena sudah di PHK sejak Jumat lalu,”tegas Cornelis.

Menjawab tempat menampung asset yang diamankan, Cornelis mengatakan, menjadi urusan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT (PUPR NTT). Tugas Pol PP hanya mengamankan dan memberhentikan semua aktivitas di lokasi proyek.

Alat berat siap keluar dari lokasi proytek pembangunan gedung mangkrak Monumen Pancasila di bilangan Tenau Kupang, Timor-NTT. Doc. CNC/Satpol PP NTT.

Seperti disaksikan citra-news.com Senin petang 29 Juli 2019, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Provinsi NTT, Cornelis memerintahkan Bidang Penegak Perda dan Perkada turun ke lokasi proyek untuk lakukan penertiban.

“Saya tugaskan sebanyak 7 petugas Pol PP dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan, SEPRIANUS Bilaut dan Kasi Pembangunan, Pengawasan dan Penyuluhan THOBY Ndaumanu. Sampai di lokasi jika ada para tukang masih di camp supaya petugas Pol PP keluarkan mereka dari lokasi. Harus keluar paksa hari ini apapun yang terjadi sebelum pukul 18.00 Wita,”tandasnya.

Sembari menambahkan, mestinya satu kali 24 jam anak buah  saya (Cornelis Wdu, Red) stand by  (siap siaga) di lokasi proyek. Tapi mengingat lokasi tersebut berada di luar permukiman penduduk. Kita menjadi jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sehinga saya batasi sampai jam enam sore saja. Karena sangat rawan di lokasi proyek itu. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *