LADANG RAKYAT, Aplikasi Informasi Usaha PETANI dan PETERNAK

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat (tengah) didampingi Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. MERY Kolimon (kiri) dan Wakil Bupati Kupang, JERRY Manafe. Diterima dengan tarian adat Rote letika berkunjung ke Gereja Yegar Sahaduta Oenaek Kupang Barat Kabupaten Kupang, Jumat 06 September 2019. Doc. Foto CNC/Sam Babys-Biro Humas dan Protocol Setda NTT.

Gubernur Viktor : Masyarakat NTT umumnya adalah petani dan peternak. Sekarang saatnya untuk merubah cara berpikir dan cara kerjanya. Jangan mau terus jadi buruh tani dan buruh ternak tetapi jadi pengusaha tani dan pengusaha ternak.

Citra-News.Com, KUPANG – GUBERNUR NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat berharap agar pihak gereja terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya memajukan kesejahtaraan mayarakat yang lebih baik.

“Saya bangga masyarakat di tempat ini mau berwirausaha, jangan hanya mau jadi PNS.Karena pengusaha itu penghasilannya lebih besar dari PNS. Tinggal dirubah cara berpikir dan cara kerjanya saja. Mereka bukan lagi jadi buruh tani dan buruh ternak tetapi menjadikan mereka pengusaha tani dan pengusaha ternak,”ungkap Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat saat menghadiri Syukuran Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek Kupang Barat Kabupaten Kupang, Jumat 06 September 2019.

Sambutan Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat (gambar kiri). Gambar kanan Gubernur Viktor didampingi Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. MERY Kolimon. Wakil Bupati Kupang, JERRY Manafe, Kadis PUPR NTT, MAXI Nenabu dan beberapa lainnya di Gereja Yegar Sahaduta Oenaek Kupang Barat Kabupaten Kupang, Jumat 06 September 2019. Doc. Foto CNC/Sam Babys-Biro Humas dan Protocol Setda NTT.

Dia berharap jemaat Yegar Sahaduta yang 80 persennya bekerja sebagai petai dan peternak agar serius mengerjakan usaha mereka. Akan ada aplikasi yang dibuat pemerintah, namanya Ladang Rakyat. Aplikasi ini akan memuat informasi barapa banyak lahan yang akan ditanam, berapa banyak hasil yang akan dipanen, dan kemana pemasarannya.

“Semuanya akan dimuat dalam aplikasi Ladang Rakyat. Dengan demikian para petani dan peternak tidak kesulitan dalam memasarankan hasil mereka. Karena market-nya sudah jelas dan pembeli akan langsung turun ke lokasi untuk membeli hasil dari petani dan peternak,”kata Gubernur Viktor.

Dalam sambutannya Gubernur Viktor mengemukakan banyak hal, diantaranya tentang kebersihan. Kota Kupang saat ini mulai nampak bersih walaupun belum sesuai harapan, tuturnya. Kita harus bisa mendukung NTT bisa bebas dari masalah sampah khussnya sampah plastic.

Khusus mengenai sampah plastic ini, lnjut dia, jika ada pembangunan gedung atau rumah yang harus dicor maka sampah plastic ini dicampur dengan semen lalu dicor. Hal ini saya (Gubernur Viktor, red) pelajari di Singapura. Dan mereka berhasil menanggulangi masalah sampah plastic.

Gereja Berusaha Membawa Perubahan 

Dalam Suara Gembala yang disampaikan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. MERY Kolimon bahwa saat ini gereja sedang berusaha membawa perubahan membuat NTT bisa sejahtera.

Sambutan Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. MERY Kolimon (kiri) dan Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat (kanan) di Gereja Yegar Sahaduta Oenaek Kupang Barat Kabupaten Kupang, Jumat 06 September 2019. Doc. Foto CNC/Sam Babys-Biro Humas dan Protocol Setda NTT.

“Selain tugas gereja membawa kabar sukacita bagi semua orang, kami juga sedang mempersiapkan Gereja untuk menjadi pusat belajar bagi anak-anak.  Kita mempersiapkan SDM sedini mungkin sehingga masyarakat NTT dapat terbebas dari ‘tawanan’ kebodohan dan kemiskinan. Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah. Sehingga target kami untuk menghasilkan masyarakat sejahtera di NTT bisa terwujud,”kata Mery.

Hal itu diungkapkan Mery menjawabi pernyataan Gubernur Viktor bahwa karakter Yesus harus ditampilkan didalam pribadi setiap jemaat. Sehingga pendidikan berkarakter menurutnya, harus dikedepankan. Bahwa GMIT dan Gereja harus bersama-sama serius membangu sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter mmpuni. +++ citra-news.com/humasntt

Sumber : Sam Babys/Biro Humas dan ProtokolSetda NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *