BERJUDI dan Pesta Pora PEMICU Angka KEMISKINAN

Bupati Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT,  EGUSEM Pieter (EPY) Tahun memberikan arahan tentang BPNT, di SoE Rabu 02 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa/citra-news.com

Penerima manfaat dari bantuan pangan non tunai diminta mampu mengelola bantuan social ini untuk peningkatan ekonomi keluarga. Kebiasaan berjudi dan berpesta pora adalah pemicu meningkatnya angka kemiskinan.

Citra-News.Com, SOE – BUPATI TIMOR Tengan Selatan (TTS), EGUSEM Pieter Tahun mengingatkan warga masyarakat penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan social secara bijak. Bantuan social (Bansos) yang dimaksud adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diperuntukan bagi 58.746 penerima manfaat di Kabupaten TTS.

“Bagi para penerima manfaat dilarang menggunakan bantuan tersebut untuk berpesta pora dan berfoya-foya atau bersenang-senang. Apalagi dimanfaatkan untuk berjudi. Angka kemiskinan di Kabupaten TTS masih tinggi. Salah satu cara mengurangi angka kemiskinan adalah menjauhkan diri dari kebiasaan berjudi dan berpesta pora,”tegas sang Bupati yang akrab disapa EPY Tahun.

Permintaan tegas dari orang Nomor Satu di ‘Bumi Cendana’ itu bertepatan dengan kegiatan pelaksanaan launching bantuan pangan non tunai (BPNT) tingkat Kabupaten TTS. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kios Arwan Kelurahan Nunmeu Kecamatan Kota SoE, Rabu 02 Oktober 2019.

Antusias warga penerima BPNT mendengar arahan Bupati EPY Tahun , di SoE Rabu 02 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa/citra-news.com.

Dalam sambutannya Bupati Epy juga berharap agar pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat perlu ditingkatkan. Pemilik kios  Arwan harus selalu berada di tempat guna memberikan pelayanan yang maksimal bagi penerima manfaat. Karena hal ini jika tidak dilaksanakan dengan baik maka akan memunculkan masalah.

“Pemilik kios Arwan selain melayani konsumen yang lainnya tapi penerima manfaat yang menggunakan E-Warong harus diprioritaskan.  Jadi pelayanannya sudah system digital yang tentunya pemilik kios Arwan yang harus selalu siap di tempat melayani penerima manfaat BPNT,”pintanya.

BPNT Anut Prinsip ‘6 Tepat’

Dijelaskan Bupati Epy, pemberian BPNT system digitalisasi ini dalam kerangka meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (Bansos). Serta mendorong keuangan inklusif.

Bantuan atau subsidi yang disalurkan secara Non Tunai ini, beber dia, harus memenuhi 6 (enam) prinsip. Yaitu Tepat Sasaran, Tepat Harga, Tepat Kualitas, Tepat Waktu, Tepat Jumlah dan Tepat Administrasi. Sedangkan maksud dilaksanakannya launching BPNT ini adalah untuk mengenalkan kepada keluarga penerima manfaat menggunakan system digitalisasi. Atau E- Warong dalam melakukan transaksi yang menggunakan Kartu Kombo.

Lebih lanjut dikatakan, tujuan dari BPNT  adalah untuk mengurangi beban pengeluaran yang kurang bermanfaat. Berikut, mengurangi beban KPM (kelompok penerima manfaat) melalui pemenuhan kebutuhan pangan; Meningkatkan gizi yang lebih seimbang kepada KPM; Meningkatkan ketepatan sasaran waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi. Serta memberikan kendali dan pilihan kepada KPM dalam kebutuhan.

Forkopimda TTS turut hadir dalam kegiatan launching BPNT di SoE Rabu 02 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa/citra-news.com.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan kepada 58.746 penerima manfaat. Namu diterima secara simbolis oleh 12 kepala keluarga. Bupati Epy sekali lagi menginggatkan agar bantuan yang diberikan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan peningkatan ekonomi keluarga.

“Bantaun jangan dipakai untuk berpesta pora apalagi berjudi. Saya akan meinta bantuan kepolisian untuk menindak tegas oknum-oknum penjudi yang sedang berjudi dimana-mana. Kurang perilaku senag-senang dan berfoya-foya itu karena hanya membuat kehidupan bertambah susah dan miskin,”pungkasnya. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *