YUNUS Perkosa GADIS Dibawah Umur

YUNUS TUNU, Pelaku pemerkosaan gadis 15 tahun ditahan di Polsek Sisi Kabupaten TTS-NTT. Doc. CNC/jor tefa-Citra News.

Citra-News.Com, SOE – YUNUS Tunu, pria 37 tahun terpaksa dijebloskan sel lantaran memperkosa adik iparnya yang masih berusia 15 tahun.  Rupanya kesabaran Yuni (bukan nama asli) sudah mencapai titik klimaks. Pasalnya, tindakan bejat si Yunus bukan baru satu kali tapi sudah tiga kali selama tiga bulan berturut.

’Jatah’ bulanan Yunus pertama kali terjadi pada 30 September 2019. Belum puas dia mencoba lagi menyetubuhi korban pada 26 Oktober 2019. Dan yang ketiga kalinya terjadi pada 08 November 2019. Luar biasa pejantan itu melampiaskan nafsu setannya itu. Padahal dia punya istri yang juga konon masih sanggup dikeloni setiap saat.

“Saya merasa sakit hati, sedih dan kecewa. Karena hidup adik saya telah dihancurkan oleh kakak ipar. Ini sangat memalukan dan mencoreng nama baik keluarga. Kami pihak keluarga meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku,”ungkap. Yumina Kase, kakak kandung korban.

YUMINA Kase

Kepada awak media citra-news.com, Selasa 12 November 2019 Yumina mengakui, dirinya bersama keluarga baru melapor ke ke Polsek Siso Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kami melapor atas perbuatan Yunus Tunu yang telah memperkosa adik kami sebanyak tiga kali selama tiga bulan terkahir ini. Kami berharap agar polisi menghukum Yunus seberat-beratnya.

Kapolsek Siso, IPDA Benyamin Natonis ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengakui ada laporan polisi tentang kasus pemerkosaan yang terjadi di Nik’ana Desa Salbait Kecamatan Mollo Barat Kabupaten TTS.

“Benar ada laporan polisi soal pemerkosaan yang dilakukan oknum bernama Yunus Tunu, 37 tahun. Dengan alamat pelaku (Yunus Tunu, red) di Nik’ana Desa Salbait Kecamatan Mollo Barat Kabupaten TTS,”terang Benyamin.

Mengenai tindakan polisi, sambung Benyamin, pelaku sudah ditahan untuk diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.  Dalam kasus ini, silahkan korban dengan pelaku berdamai.  Namun bukan berarti kasus ini harus dihentikan. Proses hukum tetap akan berlanjut sampai putusan pengadilan. Untuk mengetahui kronologisnya, sebaiknya langsung ke Kanit Res Polsek Siso, pinta Benyamin.

Ipda BENYAMINB Natonis

Sementara Kanit Res Polsek Siso, BRIPKA Harsel Moy saat ditemui di ruang pemeriksaan menkelaskan kronologis kejadiannya. Bahwa pada hari Jumat tanggal 08 November 2019, korban bersama kakak kandungnya datang melapor ke Polsek Siso. Dilaporkan ada korban yang telah disetubuhi berulangkali oleh pelaku bernama Yunus Tunu. Bahwa Yunus Tunu adalah suami dari kakak tiri korban.

Korban mengaku, lanjut Harsel, awal kejadiannya korban disetubuhi secara paksa selama tiga kali. Setiap kali pelaku menyetubuhinya tidak dengan cara membujuk, merayu, atau memberi sesuatu kepada. Tapi pelaku (Yunus Tunu) menyetubuhi korban dengan paksaan, serta mengancam korban.

Kata-kata ancaman, jika korban tidak mau melayani nafsu bejatnya maka pelaku tidak akan sekolahkan korban lagi. Ancaman yang kedua bahwa pelaku tidak mengijinkan korban untuk menjenguk orang tua kandungnya yang berdomisili di Takari Kabupaten Kupang. Lalu ancaman yang ketiga adalah jika korban tidak mau melayani nafsu bejatnya maka pelaku akan minum alkohol (sopi) baru memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya.

Setelah pelaku mengancam korban maka pelaku pun mulai beraksi dengan cara melucuti satu persatu pakaian korban. Perlu diketahui pelaku dan korban tinggal dalam satu atap (satu rumah). Setiap kali menyetubuhi korban saat  istri pelaku tidak berada di rumah.

Dari keterangan korban bahwa, pelaku menyetubuhi korban secara paksa pertama dan kedua, di kebun. Sedangkan pelaku menyetubuhi korban yang kali ketiga saat pelaku mengaku mau ke camplong, dan saat itu korman menawarkan diri untuk pergi menjenguk orang tua korban yang berdomisili di Takari Kabupaten Kupang. Maka saat itu pelaku pun menyuruh korban bersiap-siap untuk berangkat.

Bripka HARSEL Moy

Di tengah perjalanan dari Nik’ana menuju ke Takari, korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku. Setelah pelaku memuaskan nafsu birahinya, pelaku pun mengantar korban ke orang tuanya di Takari.

Karena merasa tertekan dan selalu menjadi budak sex kaka iparnya, maka pada tanggal 0 08 November 2019, korban mengumpulkan orang tua dan saudara-saudarinya untuk melaporkan perilaku bejat dari kakak iparnya. Akhirnya korban di dampingi saudaranya melaporkan perbuatan bejat kakak iparnya ke Polsek Siso.

Setelah menerima dan memeriksa korban, tambah Harsel, maka anggota Polsek Siso menjemput pelaku Yunus Tunu di kediamannya. Saat ini pelaku Yunus Tunu telah diamankan di sel tahanan Polsek Siso.

“Adapun pasal yang disangkakan ke pelaku pelaku adalah, pasal 81 ayat 1, 2, 3, UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelah Harsel. +++jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *