Di Indonesia Hanya KOTA Kupang Ada Dua Operator PDAM

JOHANIS Otemoesoe, Dirut PDAM Kota Kupang saat diwawancarai awak Media Online (Portal Berita) Citra-News.Com di Kupang, Timor Provinsi NTT, Rabu 12 Pebruari 2020. Doc.CNC/marthen radja-Citra News

Kabar mencengangkan namun juga ada sinyalemen salah urus dalam menatakelola air bersih di Provinsi NTT. Mana ada kota lain di Indonesia dalam satu kota memiliki dua operator PDAM. Otemoesoe : “Satu-satunya provinsi di Indonesia hanya ada di ibukota Provinsi NTT, Kota Kupang memiliki dua operator PDAM…”  

Citra-News.Com, KUPANG – ANEH Tapi Nyata. Ungkapan ini bukan khayalan tapi fakta miris yang dialami konsumen air bersih di Kota Kupang. Bahwa di Kota Kupang ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ada dua operator PDAM. Yaitu PDAM Kabupaten Kupang dan PDAM Kota Kupang. Sementara konsumennya adalah warga Kota Kupang.

Dari asal muasal daerah otonomi Kota Kupang adalah pemekaran dari Kabupaten Kupang. Termasuk dua kabupaten diantaranya yakni Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua. Atau dengan kata lain pemekaran dari wilayah Kabupaten Kupang ada 3 (tiga) daerah otonomi baru (DOB). Masing-masing Kabupaten Rote Ndao, Kota Kupang, dan Kabupaten Sabu Raijua. Dengan demikian bila ditilik dari aturan maka dokumen administrasi, asset, dan personalia otomatis harus berpindah tangan ke DOB yang sudah terbentuk.

Tampak Johny Otemoesoe (kiri) di Sumur bor sumber air Oepura Kota Kupang salah satu lokasi penjualan air baku bagi warga Kota Kupang. Doc.CNC/marthen radja-Citra News

Namun masih menyisakan pertanyaan hingga saat ini, mengapa asset PDAM yang sedang ada di Kota Kupang, tidak ikut serta diserahkan ke Pemerintah Kota Kupang. Dinamisasinya pun masih kental dirasakan pengelola PDAM terutama konsumen air bersih yang berdomisili di wilayah administrasi Pemeritah Kota Kupang. Dan selaku pemerintah pusat yang ada di daerah maka hanya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tahu jawabannya.

“Kalau soal asset PDAM bukan kewenangan kami untuk beri komentar. Pemerintah Provinsi NTT punya kewenangan untuk hal ini. Tapi karena air bersih adalah kebutuhan warga kota yang dikelola oleh dua operator ini maka selalu saja timbul persoalan-persoalan baru. Selaku pengelola PDAM Kota Kupang kami punya solusi untuk menjawab kebutuhan air bersih warga kota,”demikian JOHANIS Otemoesoe.

Sang Direktur Utama  Perusahaan Daerah Air Mimum (Dirut PDAM) Kota Kupang ini mengatakan aneh tapi ini fakta. Bahwa semua provinsi di Indonesia hanya ada di Provinsi NTT yakni Kota Kupang memiliki dua operator PDAM.

“Kota Kupang yang menjadi ibukota Provinsi NTT adalah satu-satunya di Indonesia yang memiliki dua operator PDAM berada di satu kota. Yakni PDAM Kupang dan PDAM Kota Kupang dengan konsumen yang sama yakni warga Kota Kupang,”ungkap Johny-demikian ia akrab disapa saat diwawancarai awak media online/Portal Berita Citra-News.Com di Kupang, Timor Provinsi NTT, Rabu 12 Pebruari 2020.

Menurut mantan Dirut PDAM Kupang ini, sebagai daerah otonom Kota Kupang memiliki perusahaan daerah yakni PDAM Kota Kupang. Dengan jaringan air bersih yang terpasang dan melayani konsumen (palanggan) sekitar 12 persen. Sementara PDAM Kabupaten Kupang melayani konsumennya sekitar 31 persen. Itu artinya total konsumen yang terlayani air bersih baru sebanyak 43 persen. Dan tersisa 57 persen belum terlayani.

“Sesungguhnya ditilik dari status wilayah administrasi maka yang menjadi konsumen air bersih adalah warga Kota Kupang. Namun ada sebagian warga yang masih menggunakan jaringan PDAM Kabupaten Kupang. Sehingga praktis menjadi pelanggan PDAM Kabupaten Kupang. Dengan fakta ini maka PDAM Kota Kupang harus berinisiatif mencari sumber-sumber baru air baku agar menjadi pendapatan (income)  bagi PAD Kota Kupang,”tandasnya.

300 Miliar Untuk Optimalisasi AIR BAKU

Menjawab keluhan konsumen soal pelayanan air bersih, Johny mengatakan warga Kota Kupang yang mengeluh justru dari 43 persen konsumen yang sudah terlayani air bersih. Bukan dari konsumen yang 57 persen belum terlayani air bersih. Dan ini tidak bisa kita menampiknya,  karena semuanya adalah warga Kota Kupang.

Guna menjawab keluhan warga Kota Kupang soal air bersih Pemerintah Kota Kupang dibawah kepemimpinan Dr. Jefritson Riwu Kore, MM.MH atau biasa disapa JEFRY, dengan caranya sendiri melobi ke pemerintah pusat agar bisa menalangi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang. Hasilnya menakjubkan ada Rp 300 miliar untuk optimalisasi air baku.

Tampak teknisi PDAM Kota Kupang sedang memasang gardu listrik berdaya 22 KVA di Sumur bor sumber air Oepura Kota Kupang. Doc.CNC/marthen radja-Citra News

“Patut kita beri apresiasi kepada Walikota Kupang, pak JEFRY Riwu Kore.  Sebagai mantan anggota DPR RI beliau punya banyak chanel. Sehingga beliau mampu mendatangkan anggaran untuk optimalisasi air baku di wilayah Kota Kupang. Besarannya sekitar Rp 300 miliar untuk optimalisasi air baku di wilayah Kota Kupang yakni Kali Dendeng dan Air Sagu,”jelas Johny.

Untuk dua kegiatan ini lanjut dia, dengan system multiyears. Pekerjaan bendung Kali Dendeng mulai dilaksanakan tahun 2020 dengan total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 157 miliar. Sedangkan pekerjaan Air Sagu baru terjadi di tahun 2021. Dengan kemampuan sumber daya yang ada diharapkan untuk kebutuhan air bersih jangka panjang bagi warga Kota Kupang.

“Menjawab kebutuhan jangka pendek untuk air bersih waga Kota Kupang, kami berinisiasi melakukan kerjasama dengan pemilik sumur bor air di Oepura. PDAM Kota Kupang akan beli air dari setiap mobil tanki air yang angkut air dari sumber air Oepura. Demikian juga dari mobil tanki air yang mengangkut air dari sumber air Oeba,”kata Johny.

Sembari menambahkan selain membeli air tanki, PDAM Kupang juga membangun depot air, RO namanya. Yakni pengolahan air laut menjadi air siap minum. Ini semua kita lakukan demi menjawab kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang.  Karena bagaimanapun konsumen atau calon konsumen adalah warga Kota Kupang yang membutuhkan pelayanan yang optimal.

“Tadi kami bar menyaksikan pak Walikota Kupang meresmikan Sumur Resapan yang dikerjakan oleh LSM CIS Timor dan Yayasan Care Internasional di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM). Pada moment itu pak Walikota mengajak semua Camat dan Lurah se-Kota Kupang untuk belajar Tanam Air. Bahwa hasil kreasi unik ini perlu dipraktekkan oleh Lurah di wilayah kerja masing-masing,”pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *