Bendungan KOLHUA Segera Dibangun, Pihak BWSNT-2 ‘BUNGKAM’

Ir. MAKSI Y. E Nenabu, MT saat ditemui di Kantor Dinas PUPR provinsi NTT di bilangan Jl.Basuki Rahmat Kota Kupang. Doc.marthen radja/citra-news.com

Maksi : Dalam membangun Bendungan Kolhua, Pemerintah Provinsi NTT minta semua pihak melakukan pendekatan secara persuasif berbasis budaya.

Citra-News.Com, KUPANG – GUBERNUR Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), VIKTOR Bungtilu Laiskodat mengingatkan dalam tahun 2021 harus segera membangun Bendungan Kolhua di Kota Kupang.

“Memang benar bapak gubernur menyatakan hal itu mengingat pentinya air adalah sumber kehidupan. Dengan terbangunnya bendungan Kolhua berarti sumber air untuk warga Kota Kupang sudah dekat. Bendungnan Kolhua terbangun maka warga masyarakat tidak akan kesulitan air bersih,”demikian Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Ir. MAKSI Y. E Nenabu, MT

Kepada awak media online/poirtal berita citra-news.com Senin pekan lalu di Kupang, Maksi mengatkan, dengan terbangunnya bendungan Kolhua akan menjawabi kebutuhan air bagi warga Kota Kupang yang selama ini menjadi masalah tanpa masalah lagi. Terutama pada musim kemarau warga kota selalu mengeluh kekuarangan air bersih.

Dia menjelaskan, pembangunan bendungan Kolhua di Kecamatan Maulafa Kota Kupang, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWS NT-2) sudah lama melakukan SID -survey investigasi desain. Namun karena kendala teknis dan baru kembali direcanakan pembangunanya pada tahun 2021.

“Gubernur NTT saat ini (Viktor Bungtilu Laiskodat,red) dalam beberapa kesempatan mengatakan bendungan Kolhua harus dibangun guna menjawab kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang khususnya. Selain penyediaan sumber air baku juga untuk kebutuhan lainnya, seperti pertanian, peternakan, dan pariwisata, “beber Maksi.

Sembari meminta awak citra-news.com konfirmasi lebih lanjut ke pihak BWS NT-2. “Silahkan bertanya ke Agus Susiawan selaku Kepala Balai WS NTT-2. Karena merekalah yang berwenang dalam urusan bangun membangun. Bukan Dinaa PUPR provinsi NTT, “ucap Maksi.

Sebagai dinas teknis, dia mengakui pihaknya memfasilitasi dalam hal urusan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Baik dalam penetapan lokasi mauoun area terdampak atau area genangan air.

“Yang berwenang membangun bendungan itu pihak BWS NT-2. Kami dari Dinaa PUPR Provinsi NTT urus soal AMDAL dan area genangn air. Termasuk melakuknan koordinasi dengan pihak BPN Kota Kupang soal status kepemilikan lahan yang nantinya terdampak pembangunan bendungan”imbuh dia.

Agus Susiawan BUNGKAM

Menurut Maksi, masalah status kepemilikan lahan warga adalah hal utama yang harus diselesaikan. Pendekatan persuasif (secara kekelurgaan) itu nomor satu. Oleh karena para pihak yang berkepentingan diharapkan mampu melakukan pendekatan berbasis budaya untuk kepentingan bersama ini.

Dikatakannya, untuk urusan penetapan lokasi dilakukan identifikasi oleh BWS NT-2 berdasarkan SK Gubernur yang diusulkan ke pusat.

“Nah, untuk urusan SK Gubernur inilah menjadi bagian dari peran Dinas PUPR Provinsi NTT dalam mengurus perihal AMDAL,”tandasnya.

Maksi juga mengatakan, bendungan Kolhua masuk daftar (bluprint) Kementeran PU dari 7 (tujuh) bendungan di Provinsi NTT.

Bendungan yang sudah, sedang, dan akan dibangun, lanjut Maksi, yakni bendungan Napung Gete di Kabupaten Sikka, Rotiklot di Kabupaten Belu, Temef di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Raknamo dan Manikin di Kabupaten Kupang, bendungan Lambo di Mbay Kabupaten Nagekeo, dan bendungan Kolhua di Kota Kupang.

Untuk diketahui ada perbedaan pengertian antara Bendung dan Bendungan. Dia menjelaskan Bendung adalah bangunan untuk menaikkan permukaan air sungai dan dialirkan ke saluran irigasi. Seoerti halnya Bendung Kambanirudi Kabupaten Sumba Tinur san Bendung Benenain di Kabupaten malaka.

Sedangkan Bendungan adalah bangunan yang dibuat untuk menampung air aungai dan atau air permukaan dari catchmen area yang luas. Tujuannya untuk kepentingan irigasi, tenaga listrik, dan penyediaan air baku.

“Antara bendung dan bendungan orang seringkali keliru membedakannya. Sehingga menimbulkan pemahaman yang salah pula, “pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak BWS NT -2 belum terkonfirmasi. Pasalnya, sudah beberapa kali awak meda ini berusaha menemui Agus Susiawan. Tapil nihil. Jawaban yang didapat, sibuk, sedang rapat, lain kali saja, dan lain-lain alasan terkesan menghindar.

“Sudah ada janjiankah? Tunggu saya coba cek di ruangan beliau dan menyampaikan maksud pak wartawan ke beliau,”ucap seorang Security.

Tapi apa lacurnya, Security yang meminta namanya tidak usah ditulis ini mengatakan, “bapak bilang masih rapat. Nanti kapan-kapan baru datang saja. Sudah saya sampaikan tapi beliau bilang lain kali saja,”. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.