Jemmy : BENAR, Ada Oknum Siswi HAMIL Saat UAS

JEMMY A. Baria, saat diwawancarai di SMAN 6 Kupang, Timor Provinsi NTT, Rabu 04 Maret 2020. Doc.CNC/marthen radja-Citra News.

Siswa yang mengalami masalah pribadi karena lalai menjaga diri, sekolah tidak berwenang mengeluarkan dan atau melarang yang bersangkutan tidak boleh mengikuti ujian. Baik UAS, UNBK maupun UKK untuk tingkatan pendidikan SMK. Koq bisa…?

Citra-News.Com, KUPANG –  KEPALA Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Kupang, JEMMY A. Baria menyatakan prihatin terhadap salah satu oknum siswinya yang hamil diluar nikah. Sayangnya kehamilan siswinya tersebut diketahui pada saat hari pertama pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun ajaran 2019/2020.

“Benar salah satu siswi kelas XII di sekolah ini ketahuan hamil diluar nikah. Ini saya tahu pada hari pertama UAS, Senin 02 Maret 2020. Wali kelasnya memberitahukan kalau salah satu siswinya hamil. Dan usia kehamilannya saat pelaksanaan UAS memasuki bulan keenam,”kata Jemmy saat diwawancarai awak Portal Berita, Citra-News.Com di SMAN 6 Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 04 Maret 2020.

Jemmy menuturkan, selaku kepala sekolah dan semua dewan guru ikut prihatin atas kejadian diluar dugaan kita semua. Kalau seandainya sejak awal kehamilannya, siswi tersebut menyampaikan secara terbuka maka pihak sekolah bisa mencoret namanya dari daftar peserta ujian akhir.

Namun karena pihak sekolah baru mengetahuinya saat pelaksanaan UAS, sambung Jemmy, maka pihak sekolah mengambil langkah bijak agar siswi yang bersangkutan tetap mengikuti ujian akhir. Meskipun mengikuti ujian susulan.

“Iya solusinya pihak sekolah tetap memberikan ruang untuk mengikuti ujian akhir. Meskipun berupa ujian susulan saja. Kalau terhitung usia kehamilan siswi kami ini sudah 6 (enam) bulan hingga jadwal pelaksanaan UAS. Padahal selama itu kami guru tidak tahu. Karena secara kasat mata belum terlalu tampak kehamilan siswi kami ini. Saat UAS baru kami ketahui dari wali kelasnya sehingga kami putuskan untuk ikut Ujian Susulan. Karena memang ada jadwal Ujian Susulan baik UAS maupun UNBK,”tegas Jemmy berulang.

Dengan tidak menyebut nama terang siswinya yang hamil tersebut, Jemmy mengatakan, pihak sekolah sudah memanggil siswi ini dan sudah menjelaskan persoalan yang dialaminya itu. Siswi ini mengaku kalau dia hamil dari laki-laki yang juga masih sekolah di SMKN 5 Kupang.

JEMMY A. Baria (kiri) dan SAFIRAH C. Abineno (kanan). Doc.CNC/marthen radja-Citra News

“Saya lalu telpon kepala sekolah (Kasek) SMKN 5 Kupang, tanyakan identitas lelaki ini. dari pengakuan ibu Kasek SMKN 5 Kupang bahwa benar anak laki-laki ini sedang duduk di kelas XI (kelas dua, red) SMKN 5 Kupang. Saya sampai telpon ibu Kasek karena dari pengakuan siswi kami ini setelah ia dihamili lelaki ini menghilang tidak ada kabar. Kami dari sekolah ini sarankan agar persoalannya diurus secara baik oleh kedua belah pihak orangtua. Dan orangtua laki-laki harus bertanggungjawab atas persoalan ini,”kata Jemmy.

Sembari berharap agar proses penyelesaiannya secara bertanggungjawab.  Ini juga bergantung kedua belah pihak orangtua atau keluarga, katanya. Kalau dari pihak sekolah siswi ini tetap ikut ujian akhir. Karena permasalahan ini adalah persoalan pribadi sehingga pihak sekolah tidak berwenang mencampuri urusannya lebih jauh. Manakala diperlukan maka Kasek SMKN 5 dan Kasek SMAN 6 Kupang ikut memfasilitasinya.

“Kejadian ini diluar tanggung jawab sekolah karena terjadi di luar jam sekolah tentunya. Itu artinya menjadi tanggung jawab dan kewenangan ada pada orangtua. Oleh karena itu permasalahan ini tergantung kesepakatan kedua belah pihak orangtua. Kalau dari pihak sekolah hanya memfasilitasinya jika dibutuhkan,”tandasnya.

Sebagai penyelenggara pendidikan, tambah dia,  pihak sekolah tetap memberikan kesempatan untuk mengikuti proses pendidikan hingga pelaksanaan ujian akhir. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak adalah hak asasi setiap orang. Oleh karenanya tidak bisa dibatasi lantaran ada masalah pribadi siswa/siswi lalu ia harus dikeluarkan dari sekolah yang bersangkutan.

Safirah : Info Lebih Jelas Tanya Kaseknya

Sebelumnya Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno mengakui kalau salah siswa di kelas XI telah menghamili oknum siswa di kelas XII SMAN 6 Kupang.

“Saya juga kaget setelah mendapat telpon dari kepala SMAN 6 Kupang bahwa salah satu sisiwinya di Kelas XII hamil karena perbuatan salah satu siswa di sekolah ini. Makanya saya langsung panggil ini siswa saya dan dia mengaku benar perbuatanya. Saya sarankan supaya dia sampaikan hal ini ke orangtuanya untuk bertanggungjawab dan urus baik-baik dengan orangtua pihak perempuan yang dia hamili,”jelas Safirah saat diwawancari soal pelaksanaan UAS di SMKN 5 Kupang, Senin 02 Maret 2020.

Dengan tidak menyebut nama terang siswanya yang ‘bermasalah’ ini, Safirah meminta agar awak Citra-News.Com menghubungi Kasek SMAN 6 Kupang.

“Biar lebih jelas informasinya nanti pak wartawan sendiri telusuri di SMAN 6 Kupang. Mohon ditanyakan kepala sekolah di SMAN 6 Kupang karena dia punya siswi yang hamil saat UAS dan memasuki UNBK,”pinta Safirah.

Saat ditemui Kasek Safirah didampingi Wakil Kasek Bidang Kurikulum, HENNY Riberu. Dua pimpinan ini menjelaskan prosedur dan mekanisme pelaksanaan Ujian Akhir sesuai POS/SOP (Prosedure Operasional Standar/Standar Operasional Prosedure). Baik UAS, UNBK dan UKK (Ujian Kompetensi Keahlian) bagi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang memiliki jurusan atau Komli (Kompetensi Keahlian).

“Di dalam ketentuan Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 ditegaskan juga soal tata tertib pelaksanaan UAS dan UNBK. Tata tertib dimaksud diantaranya hak siswa mengikuti ujian akhir. Termasuk siswa yang mangalami masalah pribadi sekalipun, pihak sekolah tidak berwenang mengeluarkan siswa dari sekolah. Kalau aturan yang dulu mungkin saja siswa yang bermasalah dikeluarkan dari sekolah. Tapi sekarang sudah tidak boleh lagi. Apalagi siswa yang sudah terdaftar sebagai peserta ujian akhir, apapun masalahnya dia harus tetap ikut ujian. Baik UAS, UNBK dan kami di SMK ada UKK,”jelas Henny. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *