Dibanding MADURA Garam NTT Lebih BERKUALITAS

Masalah pengembangan lahan garam bak mengurai benang kusut. Karena selalu menjadi obyek sengketa antarmasyarakat yang mengaku pemilik lahan. Bahkan dalam penyelesaiannya harus melibatkan pihak-pihak secara berjenjang. Rumit iya ?

Kupang, citra-news.com – PRESIDEN Direktur PT Inti Daya Kencana, Harry Kritianto mengeluhkan soal perluasan lahan untuk mengembangkan usaha garam di Kabupaten Malaka. Pihaknya tidak bisa melakukan pembangunan tambak garam secara massif lantaran di beberapa lokasi masyarakat tidak memberi ijin untuk membangunnya. Padahal Malaka sangat prospektif untuk pengembangan garam dan menjadi pasokan nasional.

“Jika dibandingkan Madura kualitas garam Malaka lebih unggul karena memiliki musim panas lebih lama 10 bulan. Tanah liatnya juga bagus sebagai endapan,”jelas Harry.

Disebutkan Harry, ada 32 hektar luasan lahan tambak garam yang jadi pilot project. Luasan 32 hektar ini merupakan salah satu  dari pengembangan dalam tiga zona, yang berada di bentangan pantai. Saat ini baru dikembangkan seluas 1.100 hektar lahan masyarakat. Target seluruh lahan adalah seluas 2.500 hektar yang berada di 16 desa di 4 kecamatan masing-masing Kecamatan Kobalima, Malaka Barat, Malaka Tengah, dan Kecamatan Wewiku.

“Sumber daya tenaga kerja cukup berlimpah disini. Kendala kami adalah soal pembebasan lahan yang membutuhkan sosialisasi lebih luas ke tengah masyarakat. Kami mohon dukungan dari Gubernur NTT untuk urusan pembebasan lahan dimaksud. Sementara secara administrasi kami akan membuat surat keterangan tanah atas nama masyarakat sendiri,”kata Harry.

Terhadap potensi lahan garam di Kabupaten Malaka ini, Gubernur Viktor memberikan apresiasi dan berjanji pada Maret 2019 akan datang lagi untuk memanen hasil garam. “Mari tunjukkan kepada Indonesia bahwa kita bisa beri garam dari NTT. Maret tahun depan saya datang panen garam. Masyarakat siap? Mohon dukungan masyarakat terhadap proyek tambak garam industry,”kata Viktor di Desa Rabasa Kecamatan Malaka Barat, Sabtu 15 September 2018.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi berikut, di Desa Weoe Kecamatan Wewiku Gubernur Viktor kembali menegaskan komitmen pengelola dan dukungan masyarakat. Pasalnya pengembangan Garam dan ternak dari NTT menjadi skala usaha yang menjanjikan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat. +++ cnc1/elliek-humasntt

Gambar : Gubernur 1 NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengujungi lahan Garam di Desa Rabasa Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka – NTT.

Foto : doc. CNC/godlief elliek-biro humas ntt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *