Gelar Even SENI Panggung, Wujud PENGHARGAAN Karya Leluhur

Sofian : Penyelenggaraan berbagai even kesenian daerah adalah bentuk pelestarian sekaligus penghargaan akan karya-karya para pendahulu. Meskipun harus dikreasikan dengan kondisi kekinian namun tidak mengabaikan pakem budaya warisan leluhur.

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA UNIT Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. SOFIAN Kurniawan mengatakan seni budaya daerah perlu dikembangkan dan dilestarian. Salah satu wujud pelestariannya adalah dengan menggelar berbagai even seni pentas.

“Meski dalam keterbatasan sumber pembiayaan namun menjadi tugas utama UPTD Taman Budaya adalah pengembangan dan pelestarian budaya daerah. Namanya saja ‘taman budaya’ . Itu artinya beragam seni budaya daerah ada disini.  Bahwa karya-karya seni yang berkembang saat ini adalah kekayaan tak benda dari para leluhur orang NTT yang wajib kita kembangkan dan kita melestarikan. Meskipun sarat dengan kreasi baru tapi tidak meninggalkan pakem (keasliannya). Apapun alasannya sebagai wujud penghargaan akan karya para leluhur kita,”demikian Sofian.

Kepada awak citra-news.com di Kupang, Kamis 15 Oktober 2020, Sofian mengatakan upaya pelestarian budaya daerah bukan hal yang gampang. Ia membutuhkan kepedulian serta inovasi dan kreativitas dari para pengelolanya. Disamping ketersediaan dana guna membiayai kebutuhan para pelaku seni.

Menurut dia, di masa kepemimpinannya dana alokasi umum (DAU) sudah habis dialihkan untuk Covid-19. Dan konon dana tersebut sudah dipakai di tahap satu dan dua. Atau sebesar Rp 890 juta sudah terpakai dari Rp 1,750 miliar.  Sayangnya bukti laporan pertanggungjawabannya tidak ada dari pejabat sebelumnya. Tidak ada juga berita acara penyerahan agenda dari Didang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

“Sejak awal saya dipercayakan mengelola UPTD Taman Budaya ini, kendala yang kami hadapi adalah dana untuk pembiayaannya. Bagaimana mungkin kebutuhan operasional bisa terpenuhi. Namun kami tidak pasrah dengan keadaan. Untuk mengelaborasinya kami ajak sanggar-sanggar seni yang ada. Termasuk mendatangkan pelaku seni untuk membimbing berbagai kegiatan. Dan untuk Puji Tuhan beberapa kegiatan pentas bisa sukses terlaksana,”ungkap Sofian.

Pacu Adrenalin Untuk Terus Berkarya Nyata

Terbukti, lanjut dia, dalam dua bulan terakhir (Agustus-September 2020) UPTD Taman Budaya menggelar beberapa even. Diantaranya pentas seni kreasi dan kegiatan workshop. UPTD taman Budaya juga mengikuti kurasi PKN (Pagelaran Kesenian Nasional). Bahkan dari NTT lolos 10 besar. Bukankah ini sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi NTT, tandasnya.

Sofian mengakui, sebagai orang yang punya latar belakang pendidikan soal seni budaya, meskipun dalam keterbatasan dia tidak pasrah begitu saja. Malah memacu adrenalinnya untuk terus berkarya dan memberikan bukti dengan karya-karya nyata.

SOFIAN (kiri) dan Bunda JULIE Sutrisno Laiskodat saat Kopi Bareng dengan awak media di Gedung Dekranasda Prov.NTT, Kupang-Timor, Kamis 08 Oktober 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

“Faktanya Bunda JULIE Laiskodat rela hadir ketika menggelar even Workshop Kesenian Daerah. Dimana dalam satu even tersebut dipertunjukkan berbagai seni kreasi dan seni kolaborasi. Saya ingat bunda Julie Laiskodat dalam pidatonya beliau berpesan, ingat anda (Sofian,red) jangan merasa dibuang ke tempat ini. Karya-karya anda menjadi kunci kesuksesan kebudayaan daerah NTT menjadi go public,”ucap Sofian.

Hal menantang lainnya, tambah dia, UPTD Taman Budaya NTT dipercayakan untuk menggelar seni pentas pada HUT NTT tanggal 20 Desember 2020 yakni Fashion Etnik Carnaval karya dari Sanggar Latasga Helong. Juga pentas seni untuk kegiatan Natal Bersama.

“Langkah-langkah persiapannya sudah kami lakukan melalui pra even yang kita lakukan di pantai Liman Semau pada tanggal 9 Oktober 2020. Kami gelar karya Seni Tari ‘Nusak Bungtilu’ yang ditayangkan secara virtual melalui media yutub. Saya gandeng Jimmy Neolaka sebagai koreonya,”kata Sofian. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *