REMAH-remah Hasil KUNKER Dewan NTT ke Kabupaten Sikka

EMANUEL Kolfridus, S.Pd (gambar depan kiri) saat Kunker ke Jembatan Dagamage yang sedang dibangun di ruas jalan provinsi di wilayah Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Flores NTT. Doc. marthen radja/komisi5dprdntt.

Lazimnya kunjungan kerja (Kunker) anggota Dewan yang terhormat adalah melakukan pengawasan terhadap program pembangunan yang dilecutkan pemerintah. Misi politik yang dilakukan itu melekaterat dalam tugas pokok dan fungsi, dimana DPR berwenang melakukan evaluasi dan pengawasan selain menyusun UU (legislasi) dan penganggaran (budgetting). Namun rakyat tidak banyak yang tahu hasil kerja dewan ini, selama gambok informasinya   tersumbat oleh kepentingan. Astaga….

Citra-News.Com, KUPANG –  SALAH SATU anggota Komisi 5 DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), EMANUEL Kolfridus, S.Pd baru-baru ini melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Sikka-Flores. Terlepas dari misi politik kepartaiannya di PDI Perjuangan, sejumlah agenda politik untuk kemaslahatan rakyat ia ‘pikul’ ke pundaknya.

Baginda, staf ASN di Komisi 5 Setwan DPRD Provinsi NTT menyebut, materi Kunker ini menyangkut persoalan infrastruktur dan upaya peningkatan produktivitas pertanian yang menjadi program pembangunan pemerintah Provinsi NTT. Kesemua kebutuhan masyarakat diupayakan anggota dewan melalui kewenangannya. Dan ini akan bisa terpublikasi secara masif,  kata Baginda, tentunya  peran awak media massa untuk menyebarluaskan informasi ke tengah publik. Akan  tetapi minimnya pemahaman tentang kebutuhan informasi dari pemangku kehumasan, akibatnya informasi publik menjadi tersumbat.

Selaku petugas pendamping wakil rakyat, kata Baginda, ia punya keinginan besar agar hasil Kunker dewan terpublikasi secara meluas. “Ini inisiatif dari anggota Komisi 5  untuk kami ekspose hasil Kunker dewan. Iya melalui komunikasi dan jalinan pertemanan dengan beberapa awak media membuahkan informasi publik ini terpublikasi,”tutur Baginda.

Sembari menambahkan, hak dewan adalah melakukan pengawasan. Mengaplikasikan kewenangan ini maka pada beberapa waktu lalu, Eman melakukan Kunker ke Kabupaten Sikka. Kita menyinggahi beberapa spot di Niang Tana Sikka  eks tsunami pada 12 Desember 2012.

Pembangunan jembatan Dagamage di kecamatan Magepanda kabupoaten Sikka, Flores-NTT. Doc.marthen radja/komisi5dprdntt.

Beberapa spot yang dikunjungi, sebut Baginda, diantaranya lokasi pembangunan jembatan Daga Mage di wilayah Kecamatan Magepanda. Konon, jembatan yang terus berulangtahun kerusakannya kala banjir di musim hujan tersebut sang wakil rakyat asal Kabupaten Sikka ini pun menelisik dari dekat pengerjaan bangunannya.

“Saya meninjau jembatan Kolisia 2 atau lebih terkenal dengan nama jembatan Dagamage di Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka. Jembatan ini menjadi jalur penting menuju desa-desa di Kecamatan Magepanda, sekaligus merangkai jalur Pantura antarkabupaten Sikka dan Kabupaten Ende dan Nagekeo. Bahkan berpeluang sampai ke pelabuhan Reo Kabupaten Manggarai Timur,” jelas Eman seperti dikutip Baginda.

Berhubungan dengan infrastruktur jalan dan jembatan, Eman mengharapkan ada perhatian khusus dari pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten.  Karena menjadi jalur utama aksesibilitas ekonomi bagi masyarakat.

Spot lainnya yang dikunjungi ketua Bapenperda DPRD Provinsi NTT ini adalah bertandang ke beberapa titik destinasi pariwisata. Dalam mana melalui jalan Pantura melewati jembatan Dagamage. Yakni di spot wisata Tanjung nan menakjubkan dimana dengan view di depannya adalah teluk Maumere yang terbentang luas di laut Flores ini. Meski harus berlelah-lelah menaiki anak tangga sebanyak 1000 anak tangga hingga puncak. Tapi seolah terbasuh oleh pemandangan yang indah di kala sunset.

Sayangnya kurang perhatian dari pemerintah soal penataan obyek wisata yang dipastikan meraup PAD ini. Ada beberapa keuntungan diantarnya sebagai lokasi rekreasi dan olahraga wanadri (membakar kalori dan lemak jahat).

Dalam kesempatan Kunker sang dewan dari Fraksi PDIP itu ia didampingi anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Frkasi PDIP, Benediktus Lukas Radja, SE. Dua pujangga dari partai berlambang banteng mulut putih ini memburu misi politik hingga ke wilayah barat Kabupaten Sikka. Tepatnya di Kecamatan Mego dengan titik temu di desa Bhera. Sebelum menuju kelompok tani sawah Bita Wera, Eman menyinggahi SMK Swasta St Markus Kaliwajo.

Hasil aspirasi yang terjaring berupa keluhan pihak sekolah akan keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana. Bahwa di sekolah yang dibangun era Bupati Ansar Rera tidak memliki Ruang Perpustakaan dan Ruang Laboratorium Praktikum. Padahal di SMK ini terbilang maju karena terdapat 18 Rombel (rombongan belajar) yang terbagi dalam 5 (lima) kompetensi keahlian (Komli). Untuk suasana pembelajaran, praktisnya  tidak ada tatap muka dalam jumlah yang seperti lazimnya. Namun siswa dibatasi karena mengacu pada protokol Covid-19.

EMANUEL Kolfridus (ke-2 dari kiri) pose bersama anggota Koptan Bita Wera Kecamatan Mego saat Kunker ke Kabupaten Sikka, Flores NTT. Doc. marthen radja/komisi5dprdntt.

Seleasi dari SMK St. Markus Kaliwajo, Eman menuju kelompok tani Bita Wera. Disana Eman menyerahkan Alsintan (Alat Mesin Pertanian) berupa Culvator bantuan dari pemerintah provinsi NTT melalui Dinas Pertanian.

Penyerahan bantuan disaksikan oleh Babinkamtibmas Pospol Paga, Kepala BPP Mego, dan kelompok Tani Bita Wera. Usai menyerahkan bantuan tim Kunker Dewan NTT ini bergerak menuju lokasi persawahan Kaliwajo. Tujuannya melihat dari dekat paket pekerjaan irigasi yang saat itu sementara proses pengumpulan material.

Sesungguhnya masih banyak spot yang harus dikunjungi. Akan tetapi dihalangi oleh perkembangan pesebaran Covid-19 yang mengalami peningkatan angka dari kondisi sebelumnya. Sehingga Bupati Sikka, ROBBY Idong harus memberlakukan PSBB (pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk semua wilayah di Kabupaten Sikka. Menghadapi kondisi tersebut, sang dewan harus melepastanggalkan niatnya untuk bergerak lebih dalam lagi ke titik-titik permasalahan lainnya.  Tetapi yang pasti Kunker tersebut menyisahkan remah-remah kebutuhan masyarakat. Paling tidak harapan akan kelancaran transportasi dan aksesibilitas ekonomi  bakan lancar setelah klear dibangun jembatan Dagamage. Kebutuhan akan peningkatan produksi pertanian bisa terjawab setelah pemerintah NTT yang dinahkodai Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Naesoi meminjam  tangan anggota DPRD NTT untuk menyerahkan sejumlah kebutuhan petani. +++ marthen radja/citra-news.com

Sumber: Baginda, ASN Komisi V Setwan DPRD Provinsi NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *