DUKUNG Gerakan TJPS, YONIF 744 RK/SYB Tanam JAGUNG

Ilustrasi, Guibernur NTT VIKTOR Bungtilu Laiskodat menyerukan Gerakan TJPS melalui spirit kolaboratif kepada semua elemen masyarakat termasuk TNI/Polri, membangun NTT Menuju Sejahtera. Tampak Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara, RAYMUNDUS S.Fernandez, S.Pt (kiri) dan Kadis Perindag Provinsi NTT (busana tenun ikat NTT) di Desa Haekto Kabupaten TTU, Selasa 17 November 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi besutan Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat ini, tidak saja dilakukan  kelompok masyarakat sipil. Namun diikuti juga oleh semua elemen masyarakat tidak terkecuali unsur TNI dan Polri. Faktanya?

Citra-News.Com, ATAMBUA – PELAKSANAAN gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) secara masif telah merambah ke semua elemen masyarakat. Mulai dari kelompok masyarakat sipil hingga TNI dan Polri semuanya giat membangun menuju NTT sejahtera.

“Gerakan TJPS harus dilakukan secara kolaboratif. Untuk membangun NTT menuju sejahtera tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua elemen masyarakat harus terlibat aktif didalamnya. Oleh karena itu saya mengajak TNI/Polri mari kita bersama-sama berupaya melaksanakan giat TJPS dengan cara kita masing-masing. Pemerintah Provinsi NTT akan membantu peralatan pertanian, bibit/benih, dan pupuk, serta pemasarannya,” demikian Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam sambutannya di Desa Hanibasa Kabupaten Malaka, Sabtu 14 November 2020.

Menapaki setiap titik pertemuan bersama masyarakat Gubernur Viktor selalu mengingatkan bahwa pembangunan akan berhasilguna bila ada kolaborasi antarpihak. Keberhasilan Gerakan TJPS akan mampu menghantarkan rakyat NTT menuju gerbang kesejahteraan. Betapa tidak. Dengan merubah pola pikir dan pola tindak masyarakat dari kebiasaan hanya menanam jagung pada musim hujan. Maka melalui gerakan TJPS, para petani bisa menanam tiga kali dalam setahun.

Menjadi pertanyaan besar mungkinkah kondisi NTT yang mengalami musim kering (panas) lebih lama dari musim hujan. Maka hampir pasti tananan jagung tidak bisa berproduksi secara signifikan. Akan tetapi pemerintah Provinsi NTT menjamin produksi jagung lebih berkualitas dan bisa menambah pendapatan keluarga petani. Karena pemerintah akan membantu masyarakat untuk mendayagunakan lahan tidur (tidak produktif) menjadi lahan potensial.

Kolaborasi antara dinas pertanian, dinas peternakan, dinas ESDM, dinas PUPR, dan sektor terkait lainnya, gerakan TJPS diyakini berhasil. Indikator keberhasilan itu sudah diujicobakan di beberapa kabupaten. Diantaranya kabupaten Malaka, Belu, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan beberapa kabupaten di Pulau Sumba. Atau sudah merambah pada sekitar 4000 hektar lahan di Provinsi NTT. Menelisik sukses tidaknya ujicoba gerakan TJPS tersebut maka Gubernur Viktor berkeliling melakukan kunjungan kerja (Kunker) di beberapa kabupaten di wilayah Timor Barat dari tanggal 14-18 Novemvember 2020.

Guna mendukung gerakan TJPS tersebut TNI AD di perbatasan RI-RDTL khususnya satuan YONIF RK 744/SYB pun melakukan hal serupa. Bak gayung bersambut YONIF RK 744/SYB di Kabupaten Belu pada musim tanam (MT) tahun 2020, membantu petani tanam jagung.

Hal ini disampaikan Letda Chk KADEK Dwi Muliantara, SH melalui siaran pers yang diterima Portal Berita citra-news.com, Sabtu 21 November 2020.

Satuan YONIF RK 744/SYB giat tanam jagung di lahan tidut Desa Bauho Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Provinsi NTT Indonesia, Sabtu 21 November 2020. Doc. Letda Chk KADEK Dwi Mulaintoro/narthen radja/citra-news.com.

Aktivitas seperti ini memang menjadi kegiatan rutin tahunan ketika memasuki musim penghujan. Karena bagi petani di Desa Bauho kerap mengalami krisis air. Namun kegiatan menanam jagung kali ini berbeda, dimana para petani dibantu personil TNI AD yang bertugas di Pos Asulait, Satgas Pamtas Yonif Raider Khusus 744 SYB,” jelas Dansatgas Yonif RK 744/SYB, Letkol Inf.ALFAT Denny Andrian, di Atambua Jumat 20 November 2020.

Ditegaskan Alfat, TNI yang bertugas di daerah perbatasan tidak hanya menjaga wilayah perbatasan. Akan tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan akan permasalahan-permasalahan sosial.  Karena rata-rata warga di perbatasan ini bermatapencaharian sebagai petani.

Untuk itu maka sebagai wujud kemanunggalan TNI di masyarakat serta membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan, selaku TNI AD yang bertugas di perbatasan Indonesia Timor Leste harus selalu siap membantu masyarakat kapanpun, dimanapun kita dibutuhkan.

Pada kesempatan terpisah, Danpos Asulat, Serka RICHARDO mengatakan, kehadiran 4 personil Pos Asulat di tengah-tengah masyarakat bertujuan meberikan semangat kepada para petani agar tetap serius dan tekun menjalankan usaha pertanian. Karena salah satu sumber pendapatan adalah dari bertani. +++ marthen/citra-news.com

 Sumber : Pakum Satkas Pamtas RI-RDTL YONIF RK 744/SYB, Letda Chk KADEK Dwi Muliantara, SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *