Menjadi pertanyaan besar mungkinkah kondisi NTT yang mengalami musim kering (panas) lebih lama dari musim hujan. Maka hampir pasti tananan jagung tidak bisa berproduksi secara signifikan. Akan tetapi pemerintah Provinsi NTT menjamin produksi jagung lebih berkualitas dan bisa menambah pendapatan keluarga petani. Karena pemerintah akan membantu masyarakat untuk mendayagunakan lahan tidur (tidak produktif) menjadi lahan potensial.
Kolaborasi antara dinas pertanian, dinas peternakan, dinas ESDM, dinas PUPR, dan sektor terkait lainnya, gerakan TJPS diyakini berhasil. Indikator keberhasilan itu sudah diujicobakan di beberapa kabupaten. Diantaranya kabupaten Malaka, Belu, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan beberapa kabupaten di Pulau Sumba. Atau sudah merambah pada sekitar 4000 hektar lahan di Provinsi NTT. Menelisik sukses tidaknya ujicoba gerakan TJPS tersebut maka Gubernur Viktor berkeliling melakukan kunjungan kerja (Kunker) di beberapa kabupaten di wilayah Timor Barat dari tanggal 14-18 Novemvember 2020.
Guna mendukung gerakan TJPS tersebut TNI AD di perbatasan RI-RDTL khususnya satuan YONIF RK 744/SYB pun melakukan hal serupa. Bak gayung bersambut YONIF RK 744/SYB di Kabupaten Belu pada musim tanam (MT) tahun 2020, membantu petani tanam jagung.
Hal ini disampaikan Letda Chk KADEK Dwi Muliantara, SH melalui siaran pers yang diterima Portal Berita citra-news.com, Sabtu 21 November 2020.













