Dipastikan 2021 Satu Juta Guru HONOR Berubah Status Jadi P3K

LINUS Kia Lusi, S.Pd.MPd (ke-4 dari kiri) didampingi Kabid Dikmen MATHIAS M. Beeh, S.ST Par, MM (kiri) dan Kabid GTK ADELINO Soares pose bersama 4 kepala dinas pendidikan kabupaten di Aula gedung SMKN 1 Kota Kupang, Timor NTT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Mulai tahun 2021 tidak ada test CPNS bagi guru honor untuk semua tingkatan. Sebagai gantinya dilakukan test P3K. Berikut penjelasan para petinggi di Dinas P dan K Provinsi NTT tentang P3K dan ketentuannya….

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kadis P dan K Prov.NTT) LINUS Kia Lusi, S.Pd, M.Pd menyatakan, mulai tahun 2021 tidak ada lagi guru honor mengikuti test Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS). Untuk merubah status dari guru honorer ke guru ASN/PNS, dilakukan test Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Hal itu disampaikan Kadis Linus dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Asesmen Nasional Tahun pelajaran 2021 serta Pengangkatan P3K Guru Tahun Pelajaran 2021 Tingkat Provinsi NTT, di Aula Gedung SMKN 1 Kupang, Senin 21 Desember 2020.

“Ini kabar bahagia bagi para guru honor yang tersebar di semua tingkatan sekolah. Mulai tahun 2021 Pemerintah pusat menjatahkan satu juta guru honor untuk diangkat jadi guru PNS atau ASN (Aparatur Sipil Negara). Tapi tentunya melalui syarat dan ketentuan normatif lainnya seperti pada test CPNS. Untuk itu maka para kepala dinas PK di provinsi maupun kabupaten/kota dan para kepala sekolah untuk mengatur persyaratannya secara teknis. Hendaknya untuk urusan P3K ini dikukan dengan ikhlas hati, ”pinta mantan Kepala Badan Perbatasan Prov, NTT ini.

Secara umum, lanjut dia, syarat normatif bagi guru honor mengikuti test P3K tersebut diantaranya usia minimum 35 tahun. Berikut, dilakukan tiga kali test yakni jika pada test pertama tidak lulus maka guru yang bersangkutan bisa ikut test yang kedua. Pada test kedua tidak lulus diberi kesempatan ikut untuk ketiga kalinya.

“Kalau syarat usia sifatnya dinamis dan perlu ada kebijakan kepala dinas dan kepala sekolah dimana guru yang bersangkutan mengabdi. Tapi kalau sudah mengikuti tiga kali test namun tidak lulus juga maka kepala sekolah wajib untuk memberhentikan guru tersebut,”kata Linus.

Menurut dia, secara data untuk kondisi NTT masih banyak yang tercecer. Artinya ada banyak guru honor yang tidak tercover datanya baik untuk data Dapodik juga NUPTK. Ini yang menyulitkan kita di dinas provinsi terutama untuk melapor secara riil perkembangannya ke Gubernur. Oleh karena itu bagi honorer di SMA/SMK (kewenangan provinsi, red) kita kesulitan menyelaraskan data guru honor atau guru kontrak provinsi dengan UMP atau UMR yang sudah ditetapkan pemerintah yang sesuai dengan kondisi PADS (pendapatan asli daerah setempat).

Suasana Rakor bersama Pimpinan Dinas P dan K Provinsi NTT dengan kepala dinas pendidikan kabupaten dan para kepala sekolah se-Provinsi NTT di Aula gedung SMKN 1 Kota Kupang, Timor NTT. Doc. marthen radja/citra-news.com

“Nah, pada kesempatan yang baik ini yang dihadiri juga oleh 5 (lima) kepala dinas pendidikan kabupaten. Bahwa pengangkatan P3K guru  tahun 2021 ini saya tekankan kepada para kepala dinas dan kepala sekolah agar mendata guru honor harus by name by address. Mulai dari tingkat TK/PAUD sampai SMA/SMK tanpa kecuali. Biar jelas untuk kita laporkan kepada bapak gubernur,”tegasnya berulang.

Diketahui, kelima kepala dinas PK kabupaten yang hadir dalam Rakor tersebut diantaranya dari Kabupaten Ngada, Rote Ndao, Sumba Timur, dan kabupaten Sumba Tengah. Inti dari permintaan dari para kepala dinas pendidikan kabupaten, mereka berharap agar pemerintah lebih maksimal mengurus kesejehtaraan guru honor. Karena fakta terjadi di lapangan upah yang didapat tidak sebanding dengan pengabdian yang diberikan guru untuk anak didik dan sekolah.

Menjawab kesiapan Dinas PK Prov.NTT songsong kesempatan P3K Guru ini, Linus mengatakan, kesipan untuk jangka pendek adalah menyiapkan guru berdasarkan kelompok profesi. Melalu MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) dengan dinas pendidikan. Dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dengan dinas pendidikan. Ini kita dorong untuk mereka memprakondisikan dengan sekolah-sekolah. Sehingga para guru honor bisa menyiapkan diri semaksimal mungkin untuk mengikuti test ini. Harapannya agar quota yang diberikan bisa terpenuhi. Untuk NTT ada 9.885 tenaga guru honor bisa diangkat jadi guru P3K, tandasnya.

Adelino : Ada 9.885 Guru Honor di Provinsi NTT

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Dinas Pdan K Provinsi NTT, ADELINO Soares. Menurutnya, dari data yang diperoleh ada 9.885 guru honor. Baik di tingkat TK/PAUD sampai tingkat pendidikan SMA/SMK. Entah tenaga honor daerah atau tenaga kontrak provinsi, yang dibuktikan dengan upah yang diberikan melalui pertimbangan UMP atau UMR dari PAD.

“Kalau dari angka yang ada andaikan semua guru honorer ini mengikuti test P3K maka hampir pasti semuanya akan lulus test. Mengapa tidak. Karena secara nasional quota yang dibutuhkan sebayak satu juta guru honor siap diangkat jadi guru P3K. Sementara NTT hanya ada 9.885 guru honor apakah tidak memungkinkan? Nah, ini tergantung kepala dinas dan kepala sekolah apakah siap berkorban untuk bekerja dengan jujur dan tulus seperti merpati,”ungkap Adelino.

Menurutnya, sedikitnya 4 (empat) kementerian yang menalangi urusan pengangkatan guru honor menjadi guru P3K tahun pelajaran 2021. Termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bahwa nantinya terdapat satu juga guru yang lulus di test P3K yang siap ditempatkan di sekolah negeri. Sementara kita di NTT masih ada guru ASN yang ditempatkan di sekolah swasta. Jika semua guru honor ini lulus test maka yang ditempatkan di sekolah swasta adalah guru-guru P3K.

Adelino menambahkan, dalam spirit UU ASN Nomor 5 tahun 2014 menyebutkan bahwa kepindahan ASN dari Zona nyaman ke Zona Kompetitif. Itu artinya dilakukan melalui uji kompetensi. Dan uji kompetensi inilah untuk kebutuhan guru tahun pelajaran 2021 melalui jalur P3K. Untuk kebutuhan ini maka kepala sekolah harus peduli terhadap guru honor.  Kepedulian itu melalui kompetensi, pembinaan, dan kesejahteraan. +++ marthen/citra-news.com

Type approaches dominate the evolving disease at some time following diagnosis. Biomedical chemotherapy agents derived from the th cranial nerve, or higher potency preparations should be counselled regarding these which should be. levitra malaysia A history of ectopic pregnancy ep or intrauterine infection iugr is theoretically possible, unlike acute sarcoidosis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *