Wujud HARMONISASI di Lahan Sengketa BESIPAE

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat melantik 4 (empat) Penjabat Bupati di area Pertanian Besipae Kabupaten TTS, Sabtu 27 Maret 2021. Doc.istimewa/net

Silang sengketa antara Pemerintah Provinsi NTT dengan pemilik tanah adat di Desa Pubabu TTS sudah berarak menuju puncak harapan. Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat melejitkan jurus jitu sekaligus menjadi torehan sejarah bagi NTT. Jurus jitu apakah itu? Berikut cuplikannya….

Citra-News.Com, KUPANG – BARU PERTAMA pertama kali terjadi di era Gubernur VIKTOR Bungtlu Laiskodat, seorang gubernur melantik penjabat kepala daerah (Penjabat Bupati, red) saat melaksanakan tugas di lapangan alias kunjungan kerja (Kunker).

Diketahui dari jurnal rundown bidang Protokol Setda Provinsi NTT menulis, Gubernur Viktor dan rombongan melakukan Kunker ke banyak desa di 5 (lima) kabupaten se-daratan Timor Barat Indonesia. Agenda Kunker tersebut dalam rangka mengevaluasi beberapa kegiatan program pembangunan Provinsi NTT. Giat Kunker Gubernur Viktor tersebut dijadwalkan selama satu pekan terhitung sejak Senin 22 hingga Sabtu 27 Maret 2021.

“Iya betul kunjungan kerja bapak Gubernur Viktor kali ini lebih difokuskan pada kegiatan TJPS – Tanam Jagung Panen ternak (Sapi) yang sudah kita laksanakan di tahun kedua ini. Beliau melakukan panen perdana jagung secara simbolis dari hasil periode musim tanam (MT) bulan Oktober sampai Maret (Okmar),” ungkap Lucky F. Koli, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT saat diwawancarai awak citra-news.com di Kupang, Jumat 19 Maret 2021.

Menurut Lucky, Kunker sang gubernur ini yakni melakukan panen jagung di beberapa titik.  Mulai dari Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Kabupaten Malaka. Selain panen jangung hasil dari gerakan TJPS ini, Gubernur Viktor juga mengunjungi beberapa sekolah tingkat SMA/SMK dan juga terminal bus antar kota.

“Puncak kegiatan Kunker ini beliau (Gubernur Viktor, red) bersama rombongan menginap di Besipae Kabupaten TTS. Setelah balik dari Kunker ke Kabupaten Malaka kami nantinya lewat jalur Selatan Timor panen jagung yang beliau tanam perdana di wilayah Kolbano,”kata Lucky.

Sudah tentu menjadi sebuah kejutan besar bagi banyak pihak kalau ada hal ‘rahasia’ besar yang dilakukan sang gubernur. Torehan rahasia itu adalah Gubernur Viktor melantik 4 (empat) Penjabat Bupati di lahan Pertanian Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Adalah lahan yang sebelumnya menjadi silang sengketa antara pemilik tanah adat Pubabu – Besipae TTS dengan Pemerintah Provinsi NTT.

“Saya juga baru saja terima undangan kalau besok Sabtu 27 Maret 2021 akan ada acara pelantikan Penjabat Bupati. Iya ada beberapa daerah kabupaten di NTT yang karena satu dan lain hal belum ada bupati dan wakil bupati defenitif. Saya tidak ikut kesana (Besiape,red) karena ada dua Kepala Bidang yang ikut bersama rombongan Kunker gubernur ke daratan Timor,”ucap Ir.MAKSI Y.E Nenabu,M.T, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT di Kupang, Jumat 26 Maret 2021.

Maksi juga beri apresiasi akan komitmen Gubernur NTT soal pembangunan di semua sektor. Komitmen agar bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas bagi semua elemen masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Ir. MAKSI Y.E Nnabu, MT. Doc. marthen radja/citra-news.com

“Memang bapak gubernur sekarang tidak main-main kalau soal kerja. Sebagai kepala OPD tidak hanya omong di belakang meja tapi wujudkan omongan untuk rakyat NTT. Bapak gubernur saja rajin turun ke lapangan. Makanya kita harus bangkit (kerja keras,red) dengan lompatan-lompatan besar. Beliau sendiri walau di lapangan sekalipun melakukan pelantikan pejabat. Beliau tidak penting acara yang formil-formil, yang terpenting kerja, kerja, dan kerja lalu ada hasil nyata,”beber Maksi.

Keadaan di Besipae Sudah Harmonis

Informasi yang sama tentang pelantikan Penjabat Bupati juga diterima media ini dari Kepala Biro Pemerintahan (Karopem) Setda Provinsi NTT, DORIS Alexander Rihi, S.IP menyebutkan, pada Sabtu 27 Maret 2021 Gubernur Viktor melantik Penjabat Bupati. Keempat Penjabat Bupati tersebut masing-masing DORIS Alexander Rihi sebagai Penjabat Bupati SABU Raijua, Drs. ZAKARIAS Moruk, MM (Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) NTT, sebagai Penjabat Bupati BELU, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) NTT, VIKTOR Manek,S.IP sebagai Penjabat Bupati MALAKA, dan COSMAS Lana (Kepala Bappelitbangda NTT) sebagai Penjabat Bupati SUMBA BARAT.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, DORIS A. Rihi pose bersama usai pelantikan di area Pertanian Besipae Kabupaten TTS, Sabtu 27 Maret 2021. Doc.istimewa/net

Menurut Doris, Gubernur Viktor dalam sambutannya di acara pelantikan para Penjabat Bupati menegaskan, alasan pelantikan di lokasi Besipae ini karena yang sebelumnya terjadi kisruh lahan antara Pemprov NTT dan Masyarakat Adat Besipae.

Mengutip pernyataan Doris oleh media online gardaindonesia.id, “Semalam (Jumat, 26 Maret 2021, red), Pak Gubernur tidur di Besipae. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sengaja memilih tempat disitu (Besipae, red) untuk memberitahu kepada kita bahwa keadaan sudah harmonis dan tak ada lagi permasalahan seperti di awalnya”.

Sembari menambahkan, sebelumnya kami tidak mengira karena beliau (Gubernur Viktor, red) dalam perjalanan melaksanakan tugas Kunker itu. Apalagi usai para penjabat Bupati dilantik beliau harus turun meninju ke beberapa lokasi di lahan Besipae, kata Doris.

“Bapak Gubernur menghimbau agar mulai bekerja dan menunaikan tugas secara serius. Sebagai penjabat bupati perlu menjamin keharmonisan dan bina hubungan kekeluargaan dengan masyarakat. Harus mampu menuntas permasalahan sosial seperti stunting dan gizi buruk, juga masalah masalah sosial lainnya.

Terkait bukti yuridis formil hingga para Penjabat Bupati dilantik, Doris menjelaskan Penjabat Bupati ditetapkan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri dan dilantik oleh Gubernur untuk melaksanakan tugas, wewenang dan kewajiban kepala daerah dalam kurun waktu tertentu.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pelantikan Kepala Daerah Dan/Atau Wakil Kepala Daerah Pasal (1). Maka Penjabat Bupati memiliki tugas, wewenang dan kewajiban sama dengan Bupati definitif selaku kepala daerah.

Selain itu, tambah Doris, pada Jumat 19 Maret 2021 juga terjadi pelantikan pejabat eselon III dan IV. Acara pelantikan tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur NTT, JOSEF A. Nae Soi di Aula Fernandez gedung Sasando Kantor Gubernur NTT di bilangan Jalan El Tari  Kota Kupang. Tidak ada aturan yang melarang pelantikan dimanapun tempatnya,tegas Doris. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *