Waoo, Ada 10 PERKARA ‘Dikubur’ KEJARI TTS

Pemusnahan barang bukti di halaman Kejari TTS, SoE Timor NTT, Rabu 16 Oktober 2019. Doc.CNC/jor tefa-Citra News

Bupati Epy Tahun : Barang bukti dari 10 perkara tahun 2018 harus dimusnahkan. Jika tidak dimusnahkan maka menjadi masalah. Apalagi berkaitan dengan obat-obatan terlarang Narkoba (Narkotika dan obat-obatan) serta bahan berbahaya lainnya.

Citra-News.Com, SOE –KEJAKSAAN NEGERI (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Selatan di SoE pada Rabu 16 Oktober 2019 brhasil memusnahkan barang  bukti dari 10 perkara yang terjadi pada tahun 2018. Langkah taktis Kejari So E ini dinilai sebagai upaya cerdas (smart) untuk tidak membias atau menyasar pada generasi muda. Terutama barang bukti yang berindikasi narkotika dan obat-obatan (Narkoba) yang ada barang laknat dan terlarang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) SoE , Fachrizal, SH mengatakan pemusnahan barang bukti dari 10 (sepuluh) perkara  ini dilaksanakan sebagai bukti bahwa kinerja Kejari TTS yang selalu transparan bagi public.

“Tujuan dari pemusnahan barang bukti dari sepuluh perkara tahun 2018 ini agar barang-barang tersebut tidak dapat dipergunakan lagi oleh pihak lain,”ungkap Fachrizal dalam sambutannya.

Bupati TTS EPY Tahun (kanan) dan unsur Forkopimda membakar barang bukti. Doc. CNC/jor tefa-Citra News

Dikatakannya, tindakan pemusnahan dengan cara pertama membakar barang-barang yang layak dibakar. Dan cara kedua adalah dengan memotong barang bukti berupa barang yang terbuat dari besi atau baja dengan alat (mesin) potong.

Turut menyaksikan acara pemusnahan barang bukti tersebut selain pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah), juga Bupati TTS, EGUSEM Pieter (EPY) Tahun.

Bupati Epy Tahun yang kini berpasangan dengan Johny Army Konay (Wakil Bupati) itu menyatakan, kegiatan pemusnahan barang bukti dari sepuluh perkara tahun 2018 ini perlu dilakukan. Karena jika tidak dimusnahkan maka bisa menjadi masalah. Apalagi berhubungan dengan obat-obatan terlarang.

Bupati EPY Tahun dan Wakil Bupati TTS, JOHNY Army Konay usai dilantik di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, 14 Pebruari 2019. Doc.CNC/marthen radja-Citra News

“Barang-barang bukti yang ada ini harus dimusnahkan. BBM, miras, Narkotika serta barang bukti lainnya, ini semua sangat berisiko kalau tidak dimusnahkan,”tegas Bupati Epy Tahun.

Pemerintah daerah, kata dia, sudah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk berkorodinasi dengan pihak kejaksaan dan kepolisian agar segera memusnahkan obat-obatan dan makanan siap saji yang sudah kadaluwarsa.

Belum Diketahui Penyebab Keracunan Massal di Pesta Nikah

Meski belum ada hubungan sebab akibat terkait korban keracunan yang dialami warga di pesta nikah di Desa Se’i Kecamatan Kolbano beberapa waktu lalu. Tapi ditenggarai, 98 orang korban keracunan yang sudah teridentifikasi dipastikan dari makanan dan atau minuman yang dikonsumsi saat pesta pora itu.

dr. EIRENE Ate. Doc.CNC/jor tefa-Citra News

Seperti diberitakan citra-news.com  sebelumnya, dr. EIRENE Ate, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS mengatakan, pihaknya harus lebih jauh menelisik penyebab keracunan yang dialami warga usai berpesta.

“Kami akan mengambil sampel dan makanan yang dinikmati warga di tempat pesta. Sehingga kami bisa memastikan penyebabnya. Memang sejauh ini belum ada korban yang meninggal dunia. Akan tetapi kami harus lakukan tindakan medis secara intens terhadap semua korban yang diidentifikasi keracunan. Dari 98 korban yang ada besar kemungkinan akan bertambah lagi. Oleh karena itu para petugas medis harus turun ke lapangan,”beber sang dokter Iren.

Diketahui, para korban keracanan itu saat ini sedang dirawat di tiga Puskesmas. Masing-masing di Puskesmas Panite, Puskesmas Kolbano, dan Puskesmas Se’i. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *