Seribu TIILANGGA Bangkitkan Kesadaran Cinta Warisan BUDAYA Leluhur NTT

Ny.JULIE Sutrisno Laiskidat dan Topi Ti’ilangga  Rote Ndao NTT. Doc. citra-news.com/dekranasdantt

Bunda Julie Laiskodat terus menerus memperkenalkan potensi kebudayaan NTT ke tengah masyarakat nusantara dan mancanegara.

Citra-News.Com, KUPANG – SETELAH KAIN tenun ikat khas NTT mendapat Indikasi Geografis (IG) menuju pengakuan Hak Cipta, kini bunda Julie Laiskodat kembali menggagas satu karya seni kerajinan warisan budaya para leluhur Rote Ndao yakni menganyam topi Ti’ilangga.

Ti’i Langga merupakan topi khas Rote Ndao. Dengan bahan utama topi Ti’i Langga adalah dari daun pohon lontar. Bentuk topi Ti’i Langga yang unik punya arti dan makna mendalam tentang persatuan. Hal tersebut terlihat dari bentuk anyamannya yang begitu erat.

Agar warisan budaya etnis Rote ini tidak punah dimakan jaman, Ketua Dekranasda NTT yang akrab disapa bunda Julie Laiskodat menggagas pelatihan menganyam topi Ti’ilangga.

 

Diketahui, giat pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) , Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI. Ketiga wadah pemerhato sosisl budaya ini menggelar kegiatan pelatihan pembuatan 1.000 topi Ti’i Langga.

 

Kegiatan pelatihan tersebut melibatkan 100 orang kaum muda milenial di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memproduksi kerajinan industri Ti’i Langga,”kata bunda Julie.

Menurutnya, pelibatan kaum milenal dalam kegiatan pelatihan ini cukup beralasan. Khusus di Pulau Rote dan Kabupaten Kupang, generasi milenial kenyataannya tidak terlalu berminat untuk menggeluti dan mengembangkan produk warisan leluhur Rote Ndao ini.

Alasan lainnya yakni proses pembuatannya cukup rumit. Serta kebdal pemasarannya ketika selesai produksi. Apalagi Ti’i Langga lebih banyak diproduksi hanya untuk kepentingan adat dan acara resmi pemerintah.

Sementara di sisi lain pelaku Industri Kecil Menengah pembuat topi Ti’i Langga punya harapan besar agat produk ini bisa menjadi primadona di daerah destinasi pariwisata yang ada di NTT.

Untuk itu peran kaum milenial menjadi daya dongkrak pemajuan budaya daerah guna mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Bunda Julie Laiskodat menjelaskan, pelatihan 100 generasi milenial itu dalam rangka melestarikan Budaya dengan memberikan keahlian pembuatan 1000 Ti’ilangga Topi khas Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

“Pelatihan Wirausaha baru Destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo dalam Rangka Melestarikan Budaya dengan memberikan pelatihan pembuatan 1000 Ti’ilangga Topi khas Kabupaten Rote Ndao,” kata Julie yang juga ketua Teritori Pemenangan Pemilu Wilayah Bali NTB NTT DPP Partai Nasdem itu.

Dari NTT Untuk Nusantata dan Dunia

Penanggung Jawab kegiatan pelatihan Ti’i Langga, Marcelina Kopong mengatakan, Dekranasda NTT yang diketuai Julie Sutrisno Laiskodat memiliki cita-cita besar dalam pengembangan berbagai kerajinan khas NTT. Setelah sukses mengangkat tenun ikat ke level nasional bahkan internasional. Kali ini Ti’i Langga pun akan menjejaki hal serupa.

Menurut dia, Ny.Julie Sutrisno Laiskodat yang juga istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ini selalu punya terobosan strategis. Dia selalu punya cara untuk menampilkan kekayaan budaya dan pariwisata NTT ke level Nasional bahkan dunia.

Marcelina menjelaskan, pelatihan menganyam topi Ti’ilangga dilakanakan dalam dua tahap. Pertama pada bulan Agustus 2021 dilaksanakan selama selama 6 hari. Dan tahap kedua pada September 2021selama 10 hari. Karena tidak cukup waktu maka para peserta melanjutkan pembuatan topi Ti,i Langga dari rumah masing-masing.

“Dekranasda NTT di bawah kepemimpinan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat dan Bunda Maria Fransiska Djogo mempunyai tujuan untuk mendorong generasi muda dan kaum milenial untuk menggeluti kerajinan industri topi Ti’iLangga. Selain itu, mendorong kreativitas kaum muda untuk terus berkarya untuk meningkatkan pendapatan dan produktifitas usaha,” demikian Marcelina di Gedung Dekranasda NTT, Kupang. Jumat 08 Oktober 2021.

Lebih lanjut Marcelina mengatakan, kegiatan pelatihan itu memberikan dampak ganda bagi 24 industri kecil produksi makanan dan minuman selama kegiatan berlangsung.

Disisi lain, kata dia, hasil kerajinan pembuatan Ti,i Langga langsung dibeli oleh Dekranasda NTT dan selanjutnya akan dibawa oleh Julie Sutrisno Laiskodat ke Jakarta.

Ia merincikan, lokasi pelatihan terletak di desa Lalukoen, Desa Daerundale kabupaten Rote Ndao dan dua kelompok di desa Tanah Merah, kabupaten Kupang. Para peserta dilatih oleh instruktur yang berpengalaman di bidang kerajinan pembuatan topi Ti,i Langga.

“Pasca pelatihan, hasil karya 100 anak muda itu kemudian diboyong ke Jakarta oleh Julie Sutrisno Laiskodat. di Jakarta, 1000 topi Ti,i Langga itu dibeli oleh Kemenhan RI, “tandasnya.

Dalam kesempatan pameran di Kemenhan, tampak Julie Sutrisno Laiskodat berfoto bersama Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, istri Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. HADI Tjahjanto, Hetty Andika Prakasa istri Jendral TNI Andika Perkasa (Kasad TNI), Vero Yudo Margono Istri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono.

Selain itu, Inong Fadjar Prasetyo Istri Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Metty M Herindra Istri Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra, Endang Karya Sumadi Istri Mentri Perhubungan Indonesia Ir. Budi Karya Sumadi. +++ citra-news.com/dekranasdantt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.