PASAR Area Rawan COVID Menggairahkan TUGAS Polisi PP

Kasat Pol PP Provinsi NTT,  ir. CORNELIS Wadu,  M.Si. Doc. marthen radja/citra-news.com

Cornelis Wadu : Setiap individu dan atau pelaku usaha wajib melaksanakan dan mematuhi Prokes. Jika melanggar dikenakan sanksi hingga jutaan rupiah.

Citra-News. Com, KUPANG – PASCA dilanda Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) warga masyarakat diingatkan agar mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kasat Pol PP Prov. NTT), Ir. CORNELIS Wadu, M.Si mengatakan, pengetatan aturan untuk mematuhi Prokes dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020. Tentang penerapan disipin dan penegakkan hukum protokol kesehatan, dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Penerapan aturan hukum ini, lanjut dia, dilaksanakan secara berjenjang. Yakni Instruksi Menteri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Peraturan Kepala Daerah. Dari Peraturan Gubernur hingga Peraturan Bupati/Walikota.

“Intinya dalam rangka penerapam disiplin dan penegakkan hukum Prokes , sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Dan tugas Satpol PP adalah mengamankan Peraturan Gubernur tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum Prokes dimaksud, “kata Vornelia saat ditemui awak citra-news.com di Kupang, Kamis 24 Juni 2021.

Menurut dia, sasaran atau yang menjadi subyek dari pengaturan ini meliputi perorangan, pelaku/pengelola usaha, san penanggungjawab atau penyelenggara tempat dan fasilits umum.

Dalam program aksinya, sebut Cornelis, kita kerja dalam sistem dan tim gugus tugas yang solid. Atau yang dinamakan dengan Tim Satgas Covid-19, baik di tingkat provinsi juga di daerah kabupaten/kota.

“Besok Jumat 25 Juni 2021 dari Satpol PP Prov. NTT membagi APD (alat pelindung diri) berupa masker. Ada 3000 lembar masker yang kami bagikan untuk masyatakat si sejumlah pasar di wilayah Kota Kupang,”kata Cornelis.

Sembari menyebut anggota Satpol PP Provinsi NTT terbagi dalam dua tim. Masing-masing tim stand by di titik pasar yang ditentukan. Yakni Pasar Inpres Naikoten 1, Pasar Oeba, Pasar Oebobo, Pasar Penfui, dan Pasar Oesapa.

“Kita membagikan masker kepada pengunjung pasar dan pelaku usaha. Karena kita ketahui pasar adalah area publik yang rentan akan pesebaran virus yang mematikan ini. Jadi upaya pencegahan yang kita ke depankan,” jelas Cornelis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (GAKDA), ANDE Bale mengatakan pembagian masker yang dilakukan Satpol PP Prov. NTT sesuai dengan Tugas pokok dan Fungsi Satpol PP. Yakni penerapan disiplin dan penegakkan hukum.

“Tugas dan Fungsi (Tusi) Gakda adalah Penegakan Perda. Termasuk di dalamnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakn hukum Prokea”tandasnya.

Seperti yang disampaikan Kasatpol PP NTT, lanjut dia, dari 3000 lembar
masker kita bagikan di 5 (titik) pasar.

Seperti disaksikan media ini, anggota Satpol NTT membaginya sesuai dengan asumsi jumlah pelaku usaha.

Khususnya untuk pasar Penfui berjumlah 10 bungkus dan untuk pasat Oesapa dijatahkan 15 bungkus. Dengan jumlah masing-masing bungkus sebanyak 50 lembar. +++marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.