Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Herman : NTT dan KOTA Kupang BELUM Masuk DIGITAL Culture

CitraNews

Dengan mulai menurunnya kasus Covid-19 dan meningkatnya penduduk yang menerima vaksinasi, akselerasi terhadap program pemulihan semakin ditingkatkan.

Citra News.Com, KUPANG — WAKIL WALI (Wawali) Kota Kupang, dr. HERMANUS Man meresmikan Program S.I.A.P (Sehat Inovatif Aman Pakai) QRIS di Pasar Oebobo dan Lippo Mall Kupang dan Promo Pengalaman Bertransaksi dengan QRIS Natal dan Tahun Baru.

Peresmian berlangsung di  aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Kupang, Kamis 16 Desember 2021.

Baca Juga :  Setelah BERMITRA Dengan Bank NTT Dua WANITA Tangguh Ini Punya CERITA

Kegiatan  ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia dengan Kementrian Perdagangan dalam rangka mewujudkan digitalisasi pasar rakyat dan pusat perbelanjaan serta mendorong peningkatan penggunaan pembayaran non tunai QRIS di seluruh Indonesia.

Melalui piloting program SIAP QRIS di Pasar Oebobo dan Lippo Mall Kupang serta Promo Pengalaman Bertransaksi dengan QRIS Natal dan Tahun Baru diharapkan masyarakat dan pedagang dapat menikmati keunggulan transaksi secara nirsentuh yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.

Baca Juga :  ‘OMPONG’ Kursi Direksi RUPS Bank NTT Digelar Pasca Pilgub

Dikatakan Wawali Herman, berdasarkan data dari Bank Indonesia, pengguna sistem pembayaran QRIS di NTT baru 89.377 merchant. Di Kota Kupang jumlahnya belum mencapai 20 persen warga.

“Ini menandakan bahwa masyarakat NTT dan Kota Kupang khususnya belum masuk pada Digital Culture yang belakangan ini terus berkembang,” tuturnya.

Tugas pemerintah menurutnya adalah membangun kesadaran tentang manfaat program ini dan memotivasi warga melalui regulasi. Aturan yang dibuat menurutnya bukan untuk menghukum tapi untuk memotivasi warga agar memanfaatkan kemajuan teknologi yang kian pesat ini.

Baca Juga :  PERKINDO Diminta DUKUNG Pembangunan Infrastruktur NTT

Ditambahkannya, Pemkot Kupang akan memberlakukan kebijakan pembayaran retribusi pasar oleh para pedagang pasar ke PD Pasar wajib menggunakan aplikasi QRIS.

Wawali Herman berharap ke depan semua pedagang di pasar tradisional dan pelaku UMKM Kota Kupang sudah mulai menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran non tunai.