Songsong G20 Bank NTT Sediakan Produk DIGITALISASI di Waterfront City

Dirut Bank NTT, HARRY Alexander Riwu Kaho bicara soal  keberpihakan Bank NTT membina pelaku UMKM dan Pasar Digital. Doc. citra-news.com/humas bankntt.

Labuan Bajo Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur kian hari kian menggairahkan para pengunjung dari berbagai belahan dunia. Berikut keterlibatan Bank NTT dalam mendandani kawasan wisata super premium ini.

Citra News.Com, LABUAN BAJO – PRESIDEN Republik Indonesia, JOKO Widodo pada tanggal 2 Agustus 2016 telah menetapkan Labuan Bajo sebagai kawasan wisata super premium.

Sebagai destinasi unggulan diperlukan penataan kawasan wisata Labuan Bajo yang lebih apik secara berkelanjutan. Sehingga berdampak ekonomis bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Selain memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Hewan purba varanus komodoensis yang sudah dimeteraikan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (new seven wonders) itu, saat ini terus dibangun berbagai sarana prasarana (sarpras) dan fasilitas pendukung. Sebut saja Waterfront City, sebuah bangunan di tepian pantai itu kini tampak gagah nan mempesona.

Penataan kota Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bak kota diatas air. Waterfront City terbangun dengan arsitektur bernuansakan pariwisata ini, dipastikan menjadi daya pikat tersendiri bagi penghuni wisatawan mancanegara.

Menyambut pertemuan akbar G20 di Labuan Bajo, silih berganti berdatangan tetamu negara. Untuk melengkapi kebutuhan tamu di Waterfront City, maka Bank NTT menyediakan berbagai produk layanan secara digital.

Hal itu terlihat dalam kegiatan kunjungan kerja (Kunker) Anggota Dewan Gubernur (ADG) Bank Indonesia (BI), Ibu Aida S. Budiman ke lokasi Waterfront City Labuan Bajo pada Selasa 10 Mei 2022.

Adapun niat kedatangan sang ADG BI ini adalah melakukan Launching Retribusi Digital dan Pasar Digital. Dua produk perbankan ini merupakan kolaborasi dan sinergitas antara Bank Indonesia (BI) dengan PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi NTT atau Bank NTT.

Agenda Kunker ADG ini tercantum dalam surat bernomor 24/297/Kpa/Srt/B tertanggal 5 Mei 2022 yang ditujukan kepada Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja.

Sebelumnya, kehadiran Bank NTT di lokasi Waterfront city sudah tertuang dalam Perjanjian Kerjasama antara PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa tenggara Timur dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo.

Adapun PKS ini mengatur tentang Sponsorship dan Promosi sarana pendukung Waterfront Pelabuhan Labuan Bajo serta pemanfaatan layanan jasa bank. PKS dengan No: 048/PKS-BNTT/IV/2022 dan No: HK.201/5/13/KSOP.LBJ/2022 ini ditandatangani pada Rabu, 20 April 2022 di Labuan Bajo.

Bertindak dan atas nama PT. BPD NTT, Harry Alexander Riwu Kaho selaku Direktur Utama dan Hasan Sadili, S.SI.T, MM selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo, bertindak atas nama institusi yang dipimpinnya.

Alex : Ada Potensi Bisnis di Kawasan Waterfront City

Labuan Bajo sering disebut Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas. Bahwa Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan yang menggunakan konsep kota di tepi perairan. Yang membanggakan lagi, Labuan Bajo kini sudah terkenal hingga manca negara.

Lagi pula, fasilitas yang ada di kawasan ini berkelas internasional. Terdapat hotel dan resort mewah yang memanjakan pengunjung dengan service kelas dunia.

Selain itu, terdapat pula beberapa ruang terbuka untuk masyarakat umum agar bisa menikmati kawasan ini. Potensi pemandangan alam yang mengagumkan, yang menunjukkan keindahan matahari terbenam di sore hari, dengan pemandangan laut yang alami.

Pilihan cerdas ini diambil oleh Bank NTT, setelah melalui persaingan ketat dengan sejumlah perusahaan perbankan kawakan di tanah air.

“Kita melihat ada potensi bisnis disitu untuk transaksi-transaksi mulai dari ticketing, parkiran ataupun jasa layanan perbankan yang dibutuhkan oleh setiap pengguna Marina, baik untuk trip perjalanan, ataupun spot wisata,”kata Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada media belum lama ini.

Alex menjelaskan, Labuan Bajo merupakan destinasi wisata super premium sehingga kehadiran waterfront city dan Marina bakal menjadi daya tarik tersendiri, karena Waterfront City dan Marina akan menjadi pintu lalu lintas transportasi laut serta daya tarik bagi wisatawan.

“Karena Waterfront City merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, dan itu ada di Labuan Bajo. Di situ ada potensi bisnis, sehingga kita bekerja sama dengan KSOP Labuan Bajo untuk Bank NTT hadir di situ,” tegas Alex.

Dia menambahkan Bank NTT akan menyiapkan layanan money changer, digital lounge, CRM (Costumer Relationship Management) untuk tarik dan setor tunai, juga wahana untuk UMKM binaan Bank NTT.

“Pelayanan akan diberikan secara digital mulai dari ticketing gate. Secara internal, kita juga melihat potensi untuk menerapkan e-money. Misalnya orang yang mau berkantor atau pengunjung, mau parkir, bisa gunakan kartu dan tinggal top up saldo saja,” kata Alex.

Terobosan yang dilakukan Bank NTT ini, ungkap Alex, sebagai salah satu persembahan Bank NTT menyongsong pelaksanaan G20 di Labuan Bajo, beberapa waktu mendatang.

Khusus untuk UMKM binaan Bank NTT, pihaknya akan mengatur jadwal yang teratur bagi setiap UMKM untuk bisa menampilkan hasil karya terbaik di Waterfront City.

“Bank NTT termasuk perusahaan yang beruntung bisa bekerja sama dengan KSOP Kelas III Labuan Bajo. Karena diberikan privilege atau hak istimewa dalam kerja sama tersebut,” tuturnya.

Sementara KSOP Kelas III Labuan Bajo, Hasan Sadili menjelaskan, dalam pola kerja sama itu, Bank NTT akan membantu memberikan penyediaan sarana pendukung di area pelabuhan Labuan Bajo.

Menurut Hasan kepada media belum lama ini di Labuan Bajo, kerja sama ini bisa menjawab kerinduan masyarakat, di mana mereka bisa memiliki pelabuhan atau Waterfront City yang lebih tertata dengan baik.

“Waterfront city merupakan pembangunan perkotaan yang berdekatan dengan sumber air seperti pantai, danau dan sungai,” kata Hasan.

Sembari menambahkan, di Labuan Bajo juga terdapat unsur alam lainnya seperti matahari, langit, tanaman hidup yang dianggap sebagai sumber daya yang unik dan tak tergantikan. Waterfront city diyakini memiliki daya tarik sekaligus daya pikat yang tinggi bagi wisatawan.  +++ citra-news.com/humas bank ntt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.