Tampak berdiri megah gedung gereja Jemaat BLESS Papua di RT 05 RW 02 Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Doc. marthen radja/citra-news.com
Kefi : NKRI Harga Mati bagi semua warga negara Indonesia. Baik yang dari Timur Papua maupun di Timor NTT untuk……
Citra News.Com, KUPANG – SEJUMLAH Mahasiswa asal Papua berjibaku dalam spirit nasionalisme mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dibawah panji Merah Putih.
Hal nyata yang dilakukan adalah kerja bakti bersama warga lokal di RT 05 RW 02 Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis 15 Agustus 2024.
Tidak berbeda dengan anak bangsa pada umumnya kala memeriakan HUT ke 79 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2024, para mahasiswa dari ujung Timur wilayah NKRI ini harus melebur diri memasang spanduk dan umbul-umbul sebagai simbol kemeriahan dari sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Sekitar 30 orang Mahasiswa asal Papua yang kuliah di STAKN (Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri) Kupang memasang bendera dan umbul-umbul terpusat di Gereja Injili Di Indonesia Wilayah Pantai Utara Klasis Porth Numbai Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Persisnya Jemaat BLESS di RT 05 RW 02 Kelurahan Bello Kota Kupang.
“Ayo terus semangat adik-adik mahasiswa. Memang gali tanah untuk tanam tiang saja cukup susah di Kota Kupang ini. Iya Kota Karang, sih yang banyak tumbuh batu-batu karang. Tapi kalau di wilayah Papua sana kita tidak perlu gali. Cukup kita tikam-tikam saja su jadi. Karena tidak ada batu sama sekali, yang ada hanya tanah rawa dan subur”, jelas Pdt. Barber Siep Karoba, ST.
Terpantau awak Portal berita citra-news.com, suasana hari itu penuh makna. Meski ditimpa panas terik mahasiswa Papua tak peduli. Apalagi diteladani Pdt Karoba juga salah satu Dosen (?) STAKEN dan Ketua RT 05, Yohan Kefi. Pekerjaan yang dirasa sulit itupun tuntas terselesaikan.
“Hal yang sama bukan baru pertama kali terjadi. Kali ini untuk ketiga kalinya para Mahasiswa Papua melebur bersama warga lokal ketja bakti dalam kerangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI”, ungkap Kefi.
Beredar sejumlah informasi bahwa para Mahasiswa Papua kurang diberi peran oleh pihak kampus. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan sosial serupa. Padahal di kalangan Perguruan Tinggi giat Pengabdian Masyarakat adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.












