RENDAH Mutu Pendidikan Akibat BANYAK Kementerian

Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia disebabkan oleh banyaknya kementerian dan lembaga yang mengelola. Dimana anggaran pendidikan dari banyak kementerian ini sifatnya vokasional dan teknikal.

Jakarta, citra-news.com – BANK DUNIA menilai serangkaian reformasi kebijakan pendidikan yang dimulai pada 2002 ternyata belum mampu berdampak pada peningkatan kualitas, melainkan baru sebatas memperluas akses pendidikan saja. Ini memberi indikasi kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah.

Penilaian dari Bank Dunia itu pun harus disikapi pemerintah. Pasalnya alokasi dana untuk pendidikan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2018 tercatat sebesar Rp 444,1 triliun atau meningkat 5,8 persen dari APBN 2017 (Indonesia Economic Quarterly Edisi Juni 2018).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia  disebabkan oleh banyaknya kementerian dan lembaga yang mengelola. Karena itu Sri Mulyani berpendapat bahwa tanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan harus dilakukan secara kolektif. Kemudian, tambah dia, kita masih memiliki banyak kementerian yang memiliki anggaran pendidikan, yang sifatnya vokasional atau teknikal.

“Di tingkat pusat saja paling tidak ada tiga kementerian, yaitu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan kemudian Kementerian Agama. Itu semua punya anggaran yang berhubungan dengan pendidikan,”ucap Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa mayoritas pengelolaan anggaran pendidikan itu berlangsung di daerah. Padahal untuk di tingkat daerah sendiri penggunaan anggaran pendidikan paling besar untuk membayar gaji dan tunjangan guru dengan kualitas yang masih harus diperbaiki. Setidaknya ada sejumlah hal yang harus dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri.

Salah satunya dengan memastikan bahwa kualitas guru beserta tunjangannya betul-betul mencerminkan kebutuhan mereka supaya dapat mengajar dengan baik. Temuan di berbagai negara bahwa soal manajemen sekolah serta bagaimana kualitas kurikulum dan text book menjadi sangat penting, ucapnya.

Sri Mulyani juga menekankan perlunya untuk melihat institusi pendidikan berbasis agama. Apabila seluruh elemen dan persoalan yang kompleks itu dapat diatasi maka Indonesia dapat mengatur strategi pembangunan sumber daya manusia, terlebih dalam menghadapi sejumlah tantangan seperti industrialisasi maupun teknologi. +++ cnc/tirto.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *