Peresmian jalan program IJD ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia. Terutama sasarannya bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil, terluar, dan terdepan wilayah NKRI. Provinsi NTT salah satu wilayah sasaran program IJD.
“Dengan adanya program IJD ini diharapjan kesejahteraan masyarakat NTT dapat meningkat seiring dengan membaiknya akses jalan yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat”, ujarnya.
Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden dan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di povinsi NTT khususnya Kota Kupang.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan Bapak Presiden dan kehadiran pemerintah pusat yang selalu memberikan dukungan terhadap pembangunan daerah”, ungkap Linus di Hotel Harper Kupang, Selasa (1/10).
Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi berharap dengan infrastruktur yang semakin baik, kesejahteraan masyarakat Kota Kupang pun akan meningkat. Semakin kuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah akan semakin terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.
Keisya, salah satu warga Naioni menyatakan kegembiraannya atas perubahan besar yang terjadi setelah jalan tersebut diperbaiki. Warga sekitar mendapat manfaat ganda dari pembangunan jalan ini.
“Kami merasa bersyukur atas perhatian bapak Presiden Jokowi terhadap infrastruktur di daerah kami. Kondisi jalan sebelum direnovasi memang sangat memprihatinkan. Tapi Puji Tuhan kami bersyukur karena sekarang sudah mulus berkat cinta bapak Jokowi yang luar biasa terbaik,” ungkap Keisya.
Senang dan Bangga Tapi Kecewa
Warga lainnya yang mengaku bernama Yosafat. Dia menerangkan sebelum direnovasi, jalanan dipenuhi lubang, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang ingin berangkat sekolah. Namun, dengan kondisi jalan yang kini baik, warga bisa lebih cepat mencapai tujuan mereka.
“Sekarang kami sudah menikmati infrastruktur jalan bagus, kami ke tempat kerja pun sudah tidak terlambat, anak sekolah juga sudah bisa dengan motor, sudah tidak terlambat lagi ke sekolah, tidak seperti dulu”, tutur Yosafat.
Sementara Am Soleman Nenosaban mengungkap rasa kekecewaannya terhadap Pemprov dan Pemkot Kupang dalam melayani tamu negara.












