Pj. Gubernur juga menekankan pentingnya penanganan stunting di NTT, yang saat ini memiliki angka stunting tertinggi kedua secara nasional. Dalam upaya ini, Pemerintah Provinsi NTT telah mencanangkan Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terpadu (GKP2ST) di NTT yang salah satu program utamanya adalah Gerakan Orang Tua Asuh.
“Stunting sering kali disebabkan oleh pola asuh orang tua yang kurang baik. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh, kita dapat membantu masyarakat dengan memberikan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak yang terkena stunting. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi akar permasalahan sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan NTT,” jelas Andriko.
Lebih jauh dia mengatakan, melalui Rakorda ini TP PKK NTT harus mampu merumuskan program strategis dan inovatif yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Khususnya dalam membantu mengatasi permasalahan seperti stunting, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem, serta mendukung program makan siang gratis dari pemerintah pusat.

Kegiatan Rakorda yang dipimpin langsung oleh Pj. Ketua TP PKK Provinsi NTT juga turut dihadiri oleh perwakilan Pj. Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-NTT, unsur Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, Sekretaris TP PKK Provinsi NTT, Ketua Dharma Wanita Provinsi NTT, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Ruth Lasikodat, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Iien Adriany.
Rakorda ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menyusun program-program yang lebih inovatif dan berdampak luas, mendukung tercapainya tujuan pembangunan daerah dan nasional. +++ CNC/ biro APim setdantt













