Pena Menenangkan
Acara syukuran akbar yang digelar Keluarga Besar Wartawan NTT tersebut mengusung thema, “Marilah Sekarang Kita Pergi Ke Betlehem” dengan
subtema, “Memperkuat Solidaritas dalam Mengawal Pembangunan NTT yang Lebih Baik.”
Acara syukuran ini dipimpin
secara bergantian oleh RD Longginus Bone atau akrab disapa Romo DUS, Pastor Paroki St. Fransiskus Dari Asisi BTN-Kolhua dan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th. Masing-masing pemimpin gereja menyampaikan pesan rohani untuk diteladani.
Penjabat (Pj.) Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, jurnalis atau wartawan memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyebarluaskan informasi, dan mengawal pembangunan daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi jurnalis adalah profesi yang profesional yang harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menyajikan pemberitaan.
“Pemerintah tetap terbuka terhadap kritik yang membangun, karena kritik yang baik akan mendorong perbaikan dalam kebijakan dan pelayanan publik”, kata Linus.
Wartawan adalah salah satu pilar demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab. Terutama dalam mengawal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang yang baru saja berlangsung.
“Pilkada Kota Kupang berjalan dengan aman dan damai karena pena yang digunakan bukan pena yang meresahkan. Tetapi pena yang menyejahterakan dan menenangkan warga Kota Kupang,” ungkap Linus.
Dalam kesempatan ini, Linus Lusi melaporkan kepada Sekda Provinsi NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, dan Gubernur terpilih bahwa Kota Kupang masih menghadapi sejumlah tantangan.













