Dalam pertemuan tersebut, Mentan Andi mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan berbagai jajaran untuk memajukan sektor pertanian sebagai penggerak dalam mengentaskan kemiskinan di NTT.
Menurut dia wilayah Nusa Tenggara Timur punya potensi pertanian yang besar dan luar biasa. Dimana NTT sebagai wilayah agraris dengan 85 persen didominasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Saya melihat ada cahaya dari NTT. Ada getaran dan harapan besar di sana. Kami lihat potensi yang bisa menyelesaikan kemiskinan. Kalau pertanian bergerak maka bisa bergetar semua sektor,” ungkapnya.
NTT Lumbung Swasembada
Mentan Andi optimistis dengan upaya akselerasi bersama, tingkat kemiskinan di NTT dapat ditekan hingga di bawah 10 persen. Hal ini juga diharapkan berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan nasional dan tingkat pengangguran nasional.
Di NTT ada kemiskinan kurang lebih 20 persen. Kita target turunkan kemiskinan ini dengan kolaborasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten jadi turun di bawah 10 persen. Bila perlu, maksimal 5 persen dalam 5 tahun ke depan.
Tidak hanya itu pembangunan sektor pertanian NTT juga diharapkan dapat memberikan kontribusi swasembada pangan nasional. Untuk itu kami undang Pj. Gubernur NTT, Gubernur NTT Terpilih, Pj. Bupati/Walikota, dan Bupati/Walikota Terpilih se-NTT.
“Karena kami yakin dengan kolaborasi kerja, kita akan mampu berkontribusi untuk pembangunan pertanian bahkan bisa swasembada pangan”,ujarnya.












