“Ini adalah komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk 5 tahun ke depan dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar ekonomi daerah,” tegasnya.
Dalam perkuatan UMKM ini, Pemkot (Pemeruntah Kota) Kupang akan meminta dukungan dari Kementerian UMKM serta Smesco Indonesia, yang berperan sebagai pusat layanan promosi dan pengembangan UMKM di tingkat nasional.
Wamen UMKM, Helvy Moraza, menekankan bahwa UMKM di Kota Kupang perlu memiliki produk andalan yang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional.
Wamen Helvy mengusulkan agar Pemerintah Kota Kupang segera mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Seperti perguruan tinggi, komunitas pemerhati ekonomi, dan pelaku usaha, untuk menentukan produk unggulan daerah.
Sebagai langkah awal, Pemkot Kupang telah mengidentifikasi dua produk yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, Yakni Sei, olahan daging khas Nusa Tenggara Timur yang dikenal memiliki cita rasa unik, serta Tenun NTT, kain tradisional dengan motif khas yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi.












