Sebelumnya Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, menyampaikan berbagai masukan penting terkait kondisi sosial dan lingkungan akibat proyek geothermal tersebut.
Masukan itu diterima langsung oleh Gubernur Melky dan dijadikan dasar untuk menghentikan sementara proses pengembangan panas bumi.
Gubernur Melky menegaskan bahwa suara masyarakat dan Gereja (tokoh agama) merupakan bagian penting dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
“Masukan dari bapak Uskup menjadi catatan penting untuk memperbaiki seluruh proyek panas bumi yang berdampak merusak lingkungan,” ujar Gubernur Melky.
Pemerintah Provinsi NTT juga akan membuka ruang dialog lebih luas agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat dimana lokasi peoyek geothermal berada.
Keterlibatan masyarakat dan tokoh agama dipastikan menjadi komponen utama dalam setiap langkah pembangunan di wilayah NTT.
Flores Harta Karun Panas Bumi
Pulau Flores termasuk Lembata yang secara geografis ada di Timur Indonesia itu bukan cuma kaya dengan potensi pariwisata. Akan tetapi juga menyimpan harta karun berupa tenaga panas bumi yang berlimpah.
Bicara tentang panas bumi di Flores, menurut data PT PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Flores bahwa Pulau Flores diproyeksi memiliki potensi panas bumi sampai 660 Megawatt (MW).
CNBC Indonesia merilis, Manager Unit Pelaksana Pembangkitan Flores PT PLN (Persero) Lambok R Siregar memaparkan berdasar hasil studi kasar di Forum Group Discussion, Pulau Flores diproyeksi memiliki potensi panas bumi sampai 660 Megawatt (MW).












