Dalam sambutannya Pdt. Nicodemus menyampaikan rasa suka citanya atas kehadiran Wali Kota Kupang dalam ibadah Minggu Sengsara terakhir. Menurutnya, kehadiran ini bukan hanya membawa kabar sukacita, tetapi juga menjadi simbol bahwa Wali Kota merupakan bagian dari jemaat.
“Beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi bagian dari keluarga besar Jemaat Bet’el Oesapa Tengah,” ucapnya.
Dia menjelaskan sehubungan dengan rangkaian perayaan HUT ke-200 gereja, telah digelar lomba vokal grup tingkat klasis se-Kota Kupang dan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Untuk memperebutkan piala dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang. Dalam perlombaan ini meskipun GMIT Bet’el Oesapa Tengah menjadi tuan rumah, tapi hanya berhasil meraih juara kelima.
“Kami akan menyerahkan piala tersebut ke gereja hari ini, disaksikan langsung oleh Bapak Wali Kota,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, SH., Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., Lurah Oesapa Tengah, Kiai Kia, para majelis jemaat, presbiter, tim Compassion International dari Prancis, serta seluruh jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah.
Usai kebaktian, Wali Kota Kupang menerima pengalungan kain tenun khas NTT dan cinderamata dari Ketua Majelis Jemaat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah bersama jemaat. +++ marthen/*












