Komite TKNP Maumere TOLAK Ijin Bupati ANSAR

Pasca kekalalahan di Pilkada Serentak 2018 Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera mulai ‘digoyang’ soal proyek fisik. Rencana membangun gedung baru Puskesmas Kopeta di Kecamatan Alok mendapat protes keras dari para orangtua dan Komite Taman Kanak Kanak Negeri Pembina (TKNP) Maumere Flores.

 Penulis : armando/CNC

Editor : marthen radja

Maumere, citra-news.comTIDAK SAJA Ketua Komite dan para guru Taman Kanak Kanak (TK) Negeri Pembina Maumere yang melakukan aksi penolakan. Namun juga Pelaksana Teknis Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Plt. Kadis PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Frederiko, S.ST tidak setuju dengan rencana Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera selaku PENGGUNA ASSET daerah, memberikan ijin membangun gedung baru Puskesmas Kopeta Maumere.

“Iya gedung baru Puskesmas yang segera dibangun ini berada diatas lahan milik Pemda Sikka. Meski demikian karena letaknya berdekatan dengan sekolah TK sehingga bisa dikatakan tidak ramah anak,”ungkap Patris kepada awak media di Aula TK Negeri Pembina Maumere, Rabu 4 Juli 2018.

Menjawab solusi pihak dinas PKO, Patris mengakui sampai saat ini belum ada solusi yang baik. Solusi yang sekiranya bisa mengakomodir semua  kepentingan bersama, terkait pembangunan gedung baru Puskesmas Kopeta Kecamatan Alok Kabupaten Sikka ini.

Dijelaskan, gedung baru Puskesmas yang akan dibangun tersebut merupakan aset milik Pemda Sikka yang dikelola oleh Dinas PKO kabupaten Sikka. Namun sebagai Plt Kadis PKO dirinya menunggu prosedur yang harus dilalui sebelum tanah tersebut digunakan untuk pembangunan gedung baru Puskesmas.

Bahkan Patris juga menyesalkan sikap Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka. “Dia (Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka) terkesan menganggap proses ini sederhana sekali. Bahkan dia memohon agar  Dinas PKO memfasilitasi pemindahan TK Negeri Pembina yang sudah lama berdiri ini sampai pada proses renovasi gedung yang baru dengan anggaran dari Dinas PKO sendiri,”ucap Patris.

Dihadapan para guru TK Negeri Pembina dan awak media, Patris dengan tegas mengatakan dirinya sebagai Plt Kadis PKO Kabupaten Sikka, TIDAK setuju dengan rencana pembangunan Puskesems Kopeta Maumere ini. Dengan alasan, pertama, setelah mempertimbangkan berbagai aspek yang eksesnya mempengaruhi proses belajar mengajar. Apalagi terdapat beberapa perkantoran sekitarya. Kedua, selain itu tanah tersebut juga akan direncanakan pembangunan kantor Dinas PKO yang baru. Ketiga, setelah melihat Peraturan Bupati (Perbup) Sikka tentang tata ruang kota di daerah seputaran Jalan El Tari adalah area perkantoran.

Namun kita kembali soal kewenangan Bupati, lanjut Patris, selaku kepala daerah terkait pemanfaatan dan penggunaan asset Pemda dimaksud.  Bahwa pemanfaatan assetnya milik Pemda Sikka dalam mana jika pemanfaatannya oleh OPD (organisasi perangkat daerah) maka harus atas perintah Bupati. “Oleh karena itu berkaitan dengan pembangunan gedung Puskesmas ini, secara birokrasi kami siap melaksanakannya. Tetapi atas ijin Bupati selaku pengguna aset tersebut,”tegasnya berulang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala TK Negeri Pembina Maumere, Wihelmina Wigu, S.Pd.AUD (Anak Usia Dini), mengisahkan dirinya pernah didatangi oleh pihak Dinas Kesehatan Kabuapten Sikka untuk menandatangani Berita Acara persetujuan atas pembangunan gedung baru Puskesmas. Sekaligus mengeksekusi gedung TK Negeri Pembina yang berada tidak jauh dari pembangunan gedung tersebut.

“Kami berharap pemerintah mempertimbangkan dengan matang atas rencana pembangunan gedung baru Puskesmas ini. Karena dampak negatifnya sangat berpengaruh pada proses KBM. Terutama anaka usia dini 3-6 tahun ini rentan dengan virus/benih penyakit yang diderita pasien Puskesmas,”kata Wihelmina diamini para guru dan orangtua siswa di TK itu.

Pertimbangan pemerintah yang dimaksud Wihelmina tersebut, diantaranya selain status tanah yang masih dalam proses, terutama rentan waktu yang tidak lama lagi anak-anak akan masuk sekolah lagi.

Pertimbangan yang paling utama, sebut Wihelmina sembari memperlihatkan ke citra-news.com SURAT PENOLAKAN yang ditujukan kepada Bupati Sikka : 58/TK.NP/SP/VII/2018. Tertanggal Maumere, 3 Juli 2018 dan ditandatangani Ketua Komite, Johanis Jonas Teti, S.Pd dan Kepala TK Negeri Pembina, Wihelmina, Wigu, S.Pd.AUD.

Dampak krusial bila gedung Puskesmas terbangun maka praktisnya, pertama,  akan mengganggu proses pembelajaran di TK tersebut. Kedua, setelah dibangun dan digunakan gedung tersebut sebagai Puskesmas maka akan menimbulkan persoalan baru. Antara lain limbah medis dari Puskesmas akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Seperti virus, penyakit dari pasien-pasien akan tertular kepada anak-anak yang berusia 3-6 tahun.  Dan secara tidak langsung psikologi anak-anak akan terganggu bunyi oleh sirene mobil ambulance Puskesmas dan jeritan pasien yang menderita kesakitan.

“Kami merasa tidak puas dengan pemerintah dalam hal  ini Bupati yang memberikan ijin membangun gedung baru  Puskesmas yang berdekatan dengan sekolah TK ini. Bupati (Yosseph Ansar Rera) tidak pernah berpikir apa dampaknya ke depan bila gedung Puskesmas ini dimanfaatkan. Karenaitu kami menyatakan MENOLAK dengan tegas pembangunan gedung Puskesmas,”kata Wihelmina diantara kerumunan orangtua siswa. +++ amor/cnc

 

Gambar: Plt Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Frederiko (kiri) dengan orangtua dan guru TK Negeri Pembina Maumere. Doc. CNC/armando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *