Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Bendungan LAMBO Di Mata WAPRES Gibran Punya MULTIGUNA Untuk Jangka Panjang

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, MBAY – PRESIDEN Prabowo Subianto menempatkan swasembada pangan, energi, dan air sebagai fondasi utama dalam membangun kemandirian bangsa.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, pemerintah berkomitmen merealisasikan agenda strategis tersebut dengan terus memperkuat pembangunan infrastruktur pendukung di berbagai wilayah Indonesia.

Terutama di kawasan Timur Indonesia salah satunya pembangunan Bendungan Lambo di Mbay Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT. Seklaigus juga mendorong Ketahanan Pangan, Energi, dan Air di NTT dalam kerangkan menjadikan NTT Lumbung Pangan Nasional.

Baca Juga :  SEHARI di Kupang WAPRES GIBRAN Sentuh EKONOMI Lokal, PENDIDIKAN, dan LUMBUNG PANGAN

Sebagai perwujudan nyata dari komitmen tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (6/5) meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Mbay/Lambo di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga :  DUKUNG Gerakan TJPS, YONIF 744 RK/SYB Tanam JAGUNG

Diketahui Wapres Gibran didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wapres Gibran pertama kali menjejaki Kabupaten Sikka dan memantau kegiatan pertani di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda. Ia juga berkunjung ke Istana Keuskupan Maumere dan SMAK Bhaktyarsa.

Dalam blueprint pembangunan nasional Bendungan Mbay/Lambo sendiri merupakan salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025–2029. Proyek yang dimulai sejak September 2021 ini ditargetkan rampung pada tahun 2026, dan hingga awal Mei 2025, progres fisik telah mencapai 80,40 persen.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Proyek Strategis Nasional, Swasembada Pangan. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Proyek Strategis Nasional, Swasembada Pangan.