Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek Bendungan Mbay/Lambo agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung pertanian produktif, penyediaan air bersih, dan pengurangan risiko banjir.
Ia juga meminta agar pembangunan bendungan ini tidak hanya berorientasi pada fungsi teknis, tetapi juga dapat dimaksimalkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, termasuk pengembangan pariwisata lokal.
Wapres Gibran juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan keberlanjutan proyek dan pemanfaatan optimal oleh masyarakat sekitar.
“Proyek strategis ini harus disertai dengan penguatan kapasitas petani, peningkatan layanan publik, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan”, tegasnya.
Usai melakukan kunjungan di Proyek Bendungan Mbay/Lambo, Wapres Gibran dan rombongan terbatas kemudian Kembali ke Kabupaten Sikka dengan menggunakan Helikopter dan segera menuju ke Kupang dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Kupang – NTT.
Turut mendampingi Wapres pada peninjauan ini, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nagekeo. +++ marthen/*












