Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Dr.ANDRIKO Noto Susanto,SP.,MP. Doc.citra-news.com/bito APim setdantt
Wapres Ma’ruf Amin mengingatkan penurunan tren kemiskinan ekstrim bisa terjadi jika ada kolaborasi dan kerja keras dari semua elemen.
Citra News.Com, JAKARTA – KASUS Kemiskian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai tingkat ekstrim. Oleh itu dalam.penanganmya telah menjadi perhatian serius dari Pemerintah Pusat.
Guna mengatasi meningkatnya angka kemiskinan ekstrim di NTT Penjabat Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, SP, MP menerima dana insentif untuk penghapusan Kemiskinan Ekstrim tahun 2024 senilai Rp 5,5 Miliar.
Sejumlah dana insentif fisikal tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penghapusan Kemiskinan Ekstrim dan Penyerahan Dana Fiskal Kemiskinan Ekstrim Tahun 2024, di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).
Rakornas ini dipimpin oleh Wakil Presiden RI, K. H. Ma’ruf Amin dan juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Perencanan Pembangunan Nasional/Kepala Bapennas, Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan Para Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia sesuai undangan.
Penyerahan Dana Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Tahun Anggaran (TA) 2024 Kategori Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim untuk Provinsi NTT diterima oleh Pj. Gubernur Andriko Susanto dan Kabupaten Lembata diterima oleh Pj. Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali.












