“Pasar adalah panggung, tempat hasil bumi dan laut menari dalam warna, aroma, dan citarasa mendetakkan denyut ekonomi dan nadi kehidupan setiap hari”, ungkap Viktor.
Sebelumnya Sang Kepala Dinas PMD Provinsi NTT ini di raung kerjanya, Jumat (23/5) dia mengatakan, sekaligus dilakukan Launching OVOP, Gerakan Beli Produk NTT, dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah
Saat launching OVOP ditampilkan 44 produk unggulan dari desa/kelurahan lokus OVOP. Ke-44 produk OVOP yang akan diluncurkan telah melalui serangkaian proses pemetaan potensi dan keberlanjutan bahan baku, penilaian desa satelit, identifikasi pembeli, jalur distribusi, serta analisis aspek legalitas dan pendampingannya.
Oleh karena itu, di moment ini produk-produk lokus OVOP akan diarak meriah, disertai dengan tarian daerah yang memukau, dan dihadirkan dengan busana tenunan karya intelektual perempuan-perempuan hebat NTT, untuk dipersembahkan di hadapan tetamu undangan.
Saat launcing OVOP selain dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, juga unsur FORKOPIMDA, Konsul Jepang, Konsulado RDTL, Sekda NTT, Wali Kota Kupang, Ibu Bupati Sumba Barat Daya, serta dihadiri oleh para Kepala Desa/Lurah lokus usaha dari 22 Kabupaten/Kota.
Terpantau antusiasme 190 UMKM dan PKL menggelar produk unggulannya masing-masing. Tidak terkecuali produk
unggulan dari desa Woloara dan Desa Manulondo Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende.
Robert menjelaskan saat launcing OVOP ini dipamerkan hasil kreasi dan inovasi warga desa. Paving block dari limbah sampah plastik hasil kreativitas dari….. (bersambung). +++ marthen/CNC












