Kegiatan ini bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank NTT, menghadirkan inovasi layanan pembayaran non tunai menggunakan QRIS dengan insentif berupa sembako gratis dan undian doorprize menarik.
Kepala Bapenda Kota Kupang, Pah Bessie Semuel Messakh S. STP., M.Si., menjelaskan bahwa potensi penerimaan PBB-P2 di Kecamatan Kota Lama mencapai Rp2,07 miliar dari 4.680 objek pajak.
Sementara potensi pajak dari sektor lain seperti restoran, listrik, hotel, parkir, hiburan, reklame, air tanah, mineral bukan logam dan sarang burung walet ditaksir mencapai Rp350 juta per bulan.
“Dengan pendekatan pelayanan yang lebih interaktif dan insentif menarik, kami berharap terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak, yang tentunya berdampak langsung pada peningkatan PAD,” ujar Semuel.
Di penghujung acara, Wali Kota bersama jajaran berkeliling memantau aktivitas pembayaran pajak di lokasi dan turut menyerahkan beras kepada wajib pajak yang telah membayar menggunakan QRIS.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terlihat dari banyaknya warga yang mengajak Wali Kota untuk berfoto bersama. +++ marthen/*













