“Kalau standar nasional sudah terpenuhi, standar internasional juga. Dengan asumsi produk-produk daerah bisa dipasarkan secara nasional, bahkan diekspor ke luar negeri,” ujar Taruna.
Program OVOP Sokoguru
Ikrar dalam sambutannya mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah menjadikan NTT sebagai percontohan nasional untuk membangun kekuatan ekonomi nasional dalam hal hubungannya dengan UMKM.
“Kegiatan dilakukan di NTT sebagai contoh baik bagi daerah lain di Indonesia. UMKM dalam kaitannya dengan Program OVOP sebagai “Sokoguru” yang nantinya akan dipadukan dengan Koperasi Merah Putih. Selain itu, akan juga ada hubungannya dengan Makan Bergizi Gratis. Nah ketiga program ini akan dipadukan untuk mewujudkan sila kelima Pancasila”, pungkasnya.
Sementara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut kegiatan ini menjadi salah satu puncak dari program OVOP yang kami dorong di Nusa Tenggara Timur.
“Saya bersyukur kegiatan ini dilaksanakan di Manggarai Barat. Karena UMKM sebagai penyokong Program OVOP yang ujungnya mesti bisa menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri,” ujarnya.
Gubernur Melky mengingat pesan Presiden RI, Prabowo Subianto, saat retret Kepala Daerah di Magelang. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa para Kepala Daerah harus bisa memastikan bahwa keadilan distributif atau sila kelima harus terdistribusi betul ke seluruh masyarakat.
Karena, menurut Presiden, ada kondisi yang tidak berjalan antara harusnya kekayaan di negeri ini dinikmati oleh sebesar-besarnya bangsa Indonesia.
“Pada sila kelima itu jelas sekali, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tetapi faktanya adalah segelintir orang menguasai lebih dari 80 persen kekayaan bangsa,” imbuh Gubernur Melky.
Hilirisasi UMKM Jadi Pilot Project












