“Tanpa makan kita bisa bertahan sebulan. Tanpa air kita bisa bertahan beberapa hari. Tanpa napas, paling lama 24 menit. Tapi tanpa harapan, kita sebenarnya sudah mati,” tegasnya.
Walikota Christian menegasikan, dalam 100 hari pertama masa pemerintahannya, ada sejumlah langkah nyata yang telah diambil. Salah satunya adalah pengalokasian dana darurat sebesar Rp3 miliar di bidang kesehatan untuk memastikan bahwa semua warga mendapatkan pelayanan saat kondisi gawat darurat, tanpa terkendala administrasi.
“Tidak boleh ada nyawa yang hilang hanya karena urusan administrasi. Kalau ada yang butuh pertolonganM darurat, langsung ke IGD. Tolong dulu, urus administrasinya nanti. Tapi tentu, jangan batuk pilek lari ke IGD”, imbuhnya.
Di bidang kebersihan, Pemerintah Kota Kupang juga mendorong peningkatan pengelolaan sampah dengan memberikan insentif bagi petugas kebersihan, termasuk di hari Sabtu dan Minggu.
Lewat Lomba Kebersihan antarkelurahan, pemerintah juga memberikan penghargaan dalam bentuk pembangunan infrastruktur langsung di kelurahan yang menang, mulai dari Rp300 juta hingga Rp1 miliar. Hadiah tunai juga diberikan oleh komunitas Beta Bersih dan Dinas Lingkungan Hidup.
“Pembangunan ini bukan untuk kelurahan saja, tapi kembali kepada masyarakat. Karena yang menjaga lingkungan bersih adalah kita semua,” tambahnya.
Di sektor ekonomi menunjukkan arah perkembangan lebih baik. Kegiatab “Saboak Koepan” atau Sunday Market Buat Orang Kupang di Taman Nostalgia, yang kini menjadi pusat UMKM yang aktif dan ramai dikunjungi.
“Sekarang, setiap Sabtu dan Minggu, ada perputaran uang sekitar 300 juta di taman itu. Taman bukan sekadar hiasan, taman harus hidup dan harus bernyawa,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah tidak hanya memberi bantuan langsung, tapi juga mendorong legalitas bagi pelaku UMKM.












