Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

CHRISTIAN Widodo Sebut RAPALA Jadi MATA dan TELINGA Bangsa Indonesia di LAUTAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, KUPANG – WALI KOTA Kupang, dr. Christian Widodo menekankan pentingnya pengamanan dan pengawasan wilayah perairan/lautan Indonesia dari praktek illegal fishing, penyelundupan, pelanggaran hukum, hingga pencemaran laut.

Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau dan 70 persen wilayahnya berupa lautan. Laut bukanlah ruang kosong, melainkan jalur perdagangan, sumber pangan, hingga ruang budaya yang menjadi urat nadi kehidupan bangsa.

Dia mengingatkan saat ini tantangan pengelolaan laut masih besar, mulai dari praktik illegal fishing, penyelundupan, pelanggaran hukum, hingga pencemaran laut.

Baca Juga :  AKHIRNYA Bank NTT Tetapkan Desa TUNBAUN Juara FAVORIT Desa NAPAN Juara SATU

“Laut ini penting sekali. Itulah jati diri kita sebagai negara maritim. Oleh karena itu, laut perlu kita jaga dan lestarikan dengan baik”, demikian Christian Widodo saat membuka kegiatan Pembinaan Relawan Penjaga Laut (Rapala) Kota Kupang, di Hotel Swiss-Belcourt Kupang, Kamis (25/9).

Baca Juga :  MELEBUR Diri Kedalam Program Walikota CHRISTIAN Widodo Ala UPTD Sarpras Dispora NTT

Pada kesempatan itu Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Rapala (Relawan Penjaga Laut) yang diselenggarakan oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) Kupang.

Baca Juga :  DRAINSE Modern Menyongsong KUPANG 2030, Warisan NYATA Kepemimpinan CHRISTIAN Widodo dan SERENA Francis

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom., M.M., beserta seluruh jajaran Bakamla, perwakilan dari Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Nusa Tenggara Timur; Ketua HNSI Provinsi NTT, Ketua HNSI Kota Kupang, serta para anggota Rapala (Relawan Penjaga Laut).

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Perairan Indonesia. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Perairan Indonesia.