“Jalan Patung Sonbai–Bello sudah full aspal. Tinggal perbaikan kecil di beberapa titik, namun secara keseluruhan sudah selesai,” jelas Yohanes.
Pada ruas Simpang Polda–Merpati, pekerjaan kini memasuki tahap akhir dengan fokus pada rabat beton dan sistem peresapan air, terutama di kawasan rawan genangan sekitar Kantor Golkar.
Peninggian badan jalan dan pembangunan peresapan dilakukan untuk memastikan infrastruktur lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
Sedangkan pada ruas Jalan Yos Sudarso, sempat terjadi kendala teknis akibat keberadaan jaringan utilitas publik seperti PDAM, PLN, dan BLUD SPAM. Namun, kendala tersebut telah diatasi dan pengerjaan U-ditch kini berjalan sesuai rencana.
“Target kami sebelum tanggal 25 November pekerjaan sudah rampung,” ungkap Yohanes.
Selain aspek teknis, pendekatan sosial juga dilakukan melalui sosialisasi bersama pemerintah dan masyarakat setempat, memastikan proyek berjalan lancar dan mendapat dukungan warga.
Kini, hasil pembangunan itu mulai nyata. Distribusi barang semakin lancar, UMKM tumbuh, dan minat investasi perlahan meningkat. Jalan dan jembatan tak lagi sekadar menghubungkan wilayah, tetapi menjadi penghubung harapan dan kesejahteraan.
Kupang terus melangkah maju — membangun fondasi ekonomi yang kokoh melalui infrastruktur yang berpihak pada masa depan warganya. +++ marthen/advetorial












