Tampak dr. Christian Widodo menjenguk Stefanus Kase sedang dirawat di RS. Boromeus Kupang. Doc. CNC/Prokopim Kota Kupang
Lurah Roby Lona : Data awal mencatat ada 35 rumah terdampak namun bertambah menjadi 45 rumah.
Citra News.Com, KUPANG – ANGIN kencang itu datang tanpa aba-aba, menyapu sunyi tengah malam dan meninggalkan kepanikan serta puing-puing di Kelurahan Belo. Atap beterbangan, seng melayang, dan jerit warga pecah di antara gelap.
Namun, kurang dari 24 jam setelah bencana itu terjadi, negara melalui Pemerintah Kota Kupang hadir mengetuk pintu duka warga.
Sabtu (24/1/2026) pagi, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung ke RT 02 RW 08 Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa Kota Kupang, menemui warga yang rumahnya porak-poranda akibat terjangan angin kencang.
Sekitar 35 rumah rusak parah, dan satu rumah ibadat yakni Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo ikut terdampak. Sejumlah warga mengalami luka, bahkan beberapa harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat tertimpa material bangunan.
Di bawah terik matahari yang mulai meninggi, Wali Kota menyusuri lorong-lorong sempit, berdiri di antara sisa-sisa rumah yang atapnya tak lagi utuh. Ia datang tidak sendiri. Sejumlah pejabat dan wakil rakyat turut mendampingi. Diantaranya Anggota DPRD Provinsi NTT Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Ridla Neda Lalay, Luther Keny Sa’u, dan Muhammad Ramli, jajaran OPD Pemkot Kupang, Lurah dan Sekretaris Lurah Belo, hingga perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTT.












