Direktur Perumda Aur Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa mengatakan, selama bertahun-tahun, sebagian wilayah Kupang mengalami kendala distribusi air. Pemerintah melalui Perumda Air Minum kini bergerak cepat dengan memperluas jaringan pipa, memperbaiki instalasi, dan membangun sumur bor di titik-titik strategis.
“Hasilnya hingga akhir 2025 ada 84.475 jiwa dari 500ribu penduduk Kota Kupang kini menikmati layanan air minum dari Perumda. Memang dalam layanan kami masih banyak kendala tapi sudah sekitar 17 persen lebih sudah ada sambungan rumah (SR) yang sebelumnya kesulitan air tapi kini sudah terlayani”, jelas Isidorus Lilijawa, Kamis (11/12).
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga mendorong inovasi teknologi melalui sistem digital pemantauan tekanan dan kualitas air. Dengan cara ini, gangguan pasokan bisa diatasi lebih cepat, dan warga dapat memantau layanan secara transparan melalui aplikasi khusus.
Kini, di berbagai kelurahan, air bersih mengalir lancar ke rumah-rumah warga. Anak-anak bisa mandi dengan nyaman, ibu rumah tangga lebih tenang, dan para pelaku usaha kecil pun terbantu. Air bukan lagi persoalan, tetapi bukti nyata kehadiran pemerintah yang peduli.
Kupang membuktikan bahwa kota yang kuat dimulai dari kebutuhan paling dasar – air bersih yang mengalir untuk semua.
Potret Nyata Ketika Angka Bercerita
Hingga akhir 2025, baru 84.475 jiwa yang menikmati layanan air minum dari Perumda. Angka itu setara dengan 17.405 Sambungan Rumah (SR), atau 17,79 persen, jauh tertinggal dari target RISPAM 2005–2026 yang mematok cakupan ideal di kisaran 40–45 persen.
“Gap besar ini menjadi tantangan serius yang mengharuskan Perumda melakukan terobosan untuk memperluas pelayanan. Kupang tidak hanya menghadapi persoalan angka, tetapi juga persoalan ekosistem layanan”, beber Lilijawa.
Di kota ini, penyedia air minum dikelola tiga operator: Perumda Kota Kupang, PDAM Kabupaten Kupang, dan BLUD SPAM Provinsi NTT. Tiga operator, tiga peluang, namun juga tiga tantangan teknis.
Kota Kupang hanya memiliki satu sumber air permukaan, yaitu SPAM Kali Dendeng. Sisanya, layanan bertumpu pada 31 sumur bor, yang menjadi harapan utama di kota dengan musim kemarau panjang seperti Kupang.












