ISIDORUS Lilijawa – Direktur PERUMDA Air Minum KOTA Kupang, saat diwawancarai awak Portal Berita citra-news com di Kupang, Kamis (11/12). Doc. marthen radja/CNC
Citra News.Com, KUPANG – BERJUMLAH sekitar 500ribu Penduduk Kota Kupang. Namun dari total tersebut baru 84.475 jiwa yang mendapat akses layanan air minum dari Perumda Air Minum Kota Kupang.
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjelaskan bahwa jumlah tersebut setara dengan 17.405 sambungan rumah atau hanya 17,79 persen dari keseluruhan kebutuhan layanan air minum di kota ini.
“Angka ini menegasikan bahwa cakupan layanan masih jauh dari target Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) 2005–2026, yang menetapkan capaian ideal pada kisaran 40–45 persen.
Gap besar ini menjadi tantangan serius yang mengharuskan Perumda melakukan terobosan untuk memperluas pelayanan”, jelas Lilijawa saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (11/12).
Menurut dia penyedia layanan air minum di Kota Kupang tidak hanya Perumda Kota Kupang, tetapi juga ada PDAM Kabupaten Kupang serta BLUD SPAM Provinsi NTT. Keberadaan tiga operator ini dapat menjadi peluang kerja sama, namun sekaligus menciptakan kompetisi dan hambatan teknis dalam distribusi air.
Riilnya Kota Kupang hanya memiliki satu sumber air permukaan, yakni SPAM Kali Dendeng. Sementara sisanya bergantung pada 31 sumur bor yang menjadi tulang punggung pasokan air tanah dalam. Pada musim kemarau panjang, banyak sumur mengalami penurunan debit, sehingga sistem pengaliran ke pelanggan terganggu.
Jadwal pengaliran yang seharusnya dua kali seminggu pun kerap direduksi menjadi sekali, bahkan pada kondisi tertentu tidak dapat mengalir. Hal ini berimbas langsung pada pelanggan dan menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat layanan.













