Program ini terbukti diminati masyarakat. Hingga Desember, hampir 200 sambungan baru telah dipasang. Program berakhir pada 31 Desember, namun disebut sebagai salah satu langkah paling efektif dalam memperluas jangkauan layanan.
Untuk menambah pasokan, Perumda kini mengelola 10 sumur bor skema B2B, termasuk Sumber Air Hitam Unkris yang dibangun oleh Dinas PUPR Kota Kupang dan diserahkan operasionalnya sejak awal 2025. Dari sumber ini, Perumda melayani sekitar 500 sambungan rumah di wilayah BiMoku, Lasians, dan Oesapa.
Perumda juga melakukan uji kualitas air setiap bulan melalui Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT. Hasilnya, air dinyatakan layak digunakan sebagai air bersih, meski untuk air minum langsung
masih terdapat beberapa parameter yang belum sepenuhnya memenuhi standar Permenkes. Namun Direktur memastikan bahwa kadar bakteri E.coli tetap dalam batas aman.
“Dari total 500 ribu penduduk Kota Kupang, namun fakta menunjukkan baru 84 ribu jiwa yang mendapat layanan air minum. Ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintahan Kota Kupang agar termotivasi melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dan perluasan sumber air yang menjadi kebutuhan dasar warga”, kata Lilijawa.

Dengan tantangan teknis, geografis, dan ekonomi warga, tambah dia, Perumda Air Minum Kota Kupang terus mendorong inovasi dan kerja sama agar cakupan layanan tidak lagi stagnan di angka 17 persen. +++ marthen/cnc













