Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Mengenang WARISAN Intelektual Santo ARNOLDUS JANSSEN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Oleh: *) Anselmus DW Atasoge

HARI INI 15 JANUARI, Gereja Katolik mengenang dan merayakan Pesta Santo Arnoldus Janssen. Beliau adalah Pendiri Serikat Sabda Allah (SVD), yang menawarkan paradigma yang dikenal sebagai ‘Hospitalitas Spiritual’. Sebuah ikhtiar yang melampaui Sekat Dogmatis.

Bagi saya, kenangan dan perayaan ini membawa diskursus penting mengenai bagaimana visi seorang tokoh abad ke-19 tetap relevan dalam bangunan dialog antar iman kontemporer.

Baca Juga :  Umat di KUB Ini Mewujudkan Perbuatan KASIH Santo ARNOLDUS Jansen

Konsep yang menjadi warisan intelektual pendiri Serikat Sabda Allah (SVD) ini menjadi krusial di tengah dinamika masyarakat plural yang seringkali terjebak dalam eksklusivisme.

Melalui pendekatan yang sistematis, Santo Arnoldus menunjukkan bahwa ‘perjumpaan antar keyakinan’ harus berlandaskan pada ‘keterbukaan hati yang teruji secara intelektual maupun spiritual’.

Baca Juga :  Bank NTT Melejitkan Produk Layanan TERBARU 'Be Ju BISA'

Dasar pemikirannya berpijak pada posisi epistemologis yang mengakui keberadaan ‘Semina Verbi atau Benih-Benih Sabda’ di dalam setiap kebudayaan dan tradisi.

Secara teologis, prinsip ini menegaskan bahwa kebenaran serta kebaikan bersifat universal dan dapat ditemukan dalam berbagai manifestasi kepercayaan manusia.

Baca Juga :  NIKMATI Fasilitas dan Kemudahan di KLINIK OLAHRAGA

Pandangan tersebut mengubah pola hubungan antarumat beragama dari ‘model konfrontatif’ menuju ‘model apresiatif’.

Eksistensi kebenaran pada pihak lain diakui sebagai ‘jejak kehadiran Ilahi’ yang telah ada mendahului interaksi manusiawi. Di titik ini, dialog menjadi sebuah proses penyingkapan bersama terhadap hakikat kebenaran yang multidimensional.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Santo Arnoldus Jansen. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Santo Arnoldus Jansen.