Gubernur VIKTOR Persiapkan 10 Ribu Tenaga Kerja Siap Pakai

GEORGE M Hadjoh, Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT. Doc.marthen radja/citra-news.com

George : Melalui siswa SMK dan Perguruan Tinggi mereka melakukan praktek kerja di institusi pemeritah maupun swasta sebagai persiapan menghadapi dunia kerja ke depan.

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Setda Prov.NTT), GEORGE M.Hadjoh mengatakan di era kepemimpinan Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan ruang seluas-luasnya kepada sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi untuk melakukan praktek kerja. Baik di instansi pemerintah maupun di swasta sebagai persiapan menghadapi dunia kerja ke depan.

“Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat kemana-mana dan dimana-mana selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu bekerja keras. Kesejahteraan hanya bisa diraih melalui kerja super luar biasa. Jadi bukan kerja yang biasa-biasa saja. Kemiskinan masyarakat  hanya bisa ditekan melalui kerja keras,”kata George saat ditemui awak citra-news.com di Kupang, Kamis 30 Juli 2020.

Menurut George, saat ini pemerintah mempersiapkan 10 ribu tenaga kerja yang siap pakai untuk mengisi pembangunan di Nusa Tenggara Timur. Angka 10 ribu tenaga kerja siap pakai ini kami berpikir hanya bisa ada di sekolah- sekolah menengah kejuruan (SMK) khususnya dan perguruan tinggi sesuai dengan kompetensinya.

“Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat meletakkan harapan besar agar generasi muda kita harus bisa bekerja keras mengisi pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendekatannya yakni melalui kerja praktek di instansi-instansi pemerintah dan swasta. Pemerintah lebih dini melakukan hal ini guna mempersiapkan angkatan kerja  kita melalui pelatihan-pelatihan sebagai bekal ketrampilan ketika kelak mereka masuk ke dunia kerja,”kata George.

Tagline NTT Bangkit NTT Sejahtera  jangan sekadar ucapan bibir semata (lip service), ungkap dia. Bangkit berarti kerja keras. Untuk memajukan NTT semua lini harus bekerja super luar biasa. Giat bekerja dengan penuh inovasi-inovasi dan kreativitas menjadi kunci untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

Kerja keras dan saling sinegis dari berbagai pihak, lanjut George. Baik orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat untuk mempersiapkan generasi muda kita yang menjadi tulang punggung bangsa ini. Generasi penerus bangsa kita harus memiliki ketrampilan (skill) dan keahlian (kompetensi) masing-masing. Dengan begitu kita bisa menghasilkan out put yang punya kompetensi dan visi yang mumpuni. Karenaq dunia kerja ke depannya membutuhkan spesifikasi skill dan kompetensi tertentu. Sehingga manakala terjun ke dunia kerja mereka sudah dapat melakukan tugas-tugasnya itu dengan baik.

Sebagai peserta didik, menurut George, antara teori dan praktek belum tentu sama. Justeru karena itu kita sebagai orang praktisi yang sudah menjadi birokrasi sekian lama, dan juga sebagai pelaku (instruktur) olah raga yang sekian lama. Kita tahu mengolah proses agar orang punya prestasi baik kerja di kantoran maupun bidang-bidang lainnya. Inikan polanya sama.

Gubernur Viktor ingatkan kita, agar kita jangan hanya banyak omong tapi tunjukkan hasil kerja nyata kita. Kita omong pengangguran tapi kita tidak persiapkan lapangan kerja. Kita omong tentang kemiskinan tapi kita tidak memacu orang untuk bekerja lebih keras lagi agar bisa keluar dari  kemiskinan.

“Ini namanya kita yang salah karena kita tidak bisa menterjemahkan ide-ide besar dari bapak Gubernur.Viktor untuk membangun daerah NTT ini. Makanya kita tidak maju-maju.  Kalau kita mau maju kita harus bekerja keras, kita harus menderita, kita harus disiplin. Harus seperti itu baru kita bisa maju,”tuturnya.

Jangan Gubernur, sudah pilih sampah, lanjut dia,  kita hanya menonton saja. Gubernur suruh bangun lahan tidur kita diam saja, kita juga tidur saja. Lahan kan harus digerakan oleh tenaga manusia sehingga bisa dimanfaatkan. Upaya untuk mecapai kesejahteraan banyak cara. Bangun pagi sebelum matahari terbit kita harus kerja dan sampai matahari terbenam baru kita istirahat. Kalau malas ya, kita jadi bodoh. kalau bodoh berarti tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Orang lain lain bergerak maju malah kita yang mundur.

Oleh karenanya kita harus mampu mengimplentasikan apa yang disampaikan oleh Gubernur demi kemajuan dan kesejahteraan kita bersama. Itulah makna dari tagline yang menjadi tekad bersama, NTT Bangkit NTT Sejahtera.

Harus Rubah Mindshet ke Pola Kerja Super Luar Biasa

George yang juga pelatih olah raga bela diri Sorinji Kempo ini lebih jauh mengatakan, harapan Gubernur Viktor agar daerah ini bisa maju dan hidup masyarakat lebih sejahtera maka masyartakat harus merubah pola pikir mindshet. Pola pikir dari yang biasa-biasa saja ke hal-hal yang luar biasa atau super luar biasa. Dengan begitu bisa memacu pola tindak kita. Karena tidak ada kemajuan tanpa kerja supwer luar biasa. Dan kerja bukan biasa-biasa saja tapi harus kerja yang super luar biasa. Kalau kita mau tinggal landas menggapai sejahtera, iya kita juga punya tekad yang sama untuk Bangkit Kerja. Apalagi secara nasional harus menyongsong era 4.0 (four point zero).

“Untuk generasi muda kita salah satu aplikasinya yakni dengan melakukan praktek kerja nyata.

Hanya melalui kerja keras kita bisa menggapai hidup lebih sejahtera. Dengan bekerja kerja keras kau bisa menghasilkan. Tuhan saja  bilang, jangan makan kalau kau tidak kerja. Oleh karena itu kita harus bekerja keras baru bisa dapat makan,”ucap George.

Dra. SAFIRAH C. Abineno (kiri) dan SAM Fola memperlihatkan contoh Sertifikat yang diterima siswa usai PKL. Doc. marthen radja/citra-news.com

Terkait praktek kerja siswa SMK, Kepala SMKN 5 Kupang, SAFIRAH C. Abineno melalui Wakil Kepala Sekolah, SAM Fola mengatakan pada tahun ajaran 2020/2021 pihak SMKN 5 Kupang mengirim siswanya melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) sebanyak 25 orang.

“Tahun ini kita kirim siswa turun PKL sebanyak 25 orang yang berasal dari 5 (lima) kompetensi keahlian (Komli) yang ada di SMKN 5 Kupang. Ke-25 siswa-siswi ini khusus permintaan dari Biro Umum Setda Prov.NTT. Dan mereka akan melakukan PKL dari tanggal 3 Agustus-28 November 2020,”jelas Sam.

Para siswa PKL ini, lanjut dia, sebagai jawaban untuk mengisi ruang permintaan pemerintah akan kesiapan tenaga kerja ketika kelak memasuki dunia kerja. Melalui siswa PKL juga sebagai bentuk tanggung jawab sekolah untuk membangun daerah NTT ini. Model membangun daerah oleh sekolah dengan proses yang berbeda.

“Setiap tahun daya serap output dari SMKN 5 Kupang sekira 5 persen diterima kerja di dunia industri (Dudi). Memang di sekolah kita butuh proses dan proses sudah tentu tidak pernah mengkianati hasil.  Terhadap 25 siswa yang melakukan PKL di Kantor Gubernur sudah tentu akan bekerja sesuai dengan skill dan kompetensi mereka,”ucap Sam.

Menjawab hasil yang didapat siswa setelah selesai PKL, Sam mengatakan, para siswa akan diberikan sertifikat penghargaan dari intansi yang bersangkutan. Dari Dudi kerapkali memberikan tips berupa uang saku untuk para siswa PKL. Dan itu menjadi hak anak (siswa). Kita guru tidak intervensi semua penghargaan yang didapat siswa PKL itu, tandasnya +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *