Pembangunan yang dimulai sejak 2017 itu berjalan bertahap, karena menyesuaikan kemampuan ekonomi umat basis.
Dialog Jadi Kunci Utama
Sementara Elvis dari tim teknis menambahkan, dialog menjadi kunci utama. Bukan soal besar kecilnya sumbangan, tetapi keterbukaan hati umat untuk terlibat sesuai kemampuan,” ujarnya.
Nada yang sama ditegaskan kembali oleh Romo Tony. Baginya, gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan Rumah Kita Bersama. Perbedaan ekonomi bukan ancaman jika umat berjalan bersama Tuhan.
Ia juga mengapresiasi upaya Pastor Paroki, Romo Longginus Bone alias Romo Dus yang berikhtiar mencari donatur dan membuka peluang pinjaman pihak ketiga, namun tetap menempatkan umat basis sebagai subjek utama dalam setiap keputusan.
Romo Tony Kobesi. Doc. CNC/ist.
“Dari kunjungan ke KUB-KUB inilah kita membuka ruang dialog yang otentik. Mari kita baku bantu. Yakinlah, jika kita berjalan bersama Tuhan, jalan pasti terbuka. Gereja yang kita bangun hari ini adalah warisan iman untuk anak cucu kita,” pungkas Romo Tony.
Malam itu di tengah kesederhanaan umat KUB St. Arnoldus Janssen, iman kembali dinyalakan. Bukan hanya lewat doa, tetapi lewat tekad untuk bergerak bersama membangun Rumah Tuhan dengan hati yang ikhlas dan semangat persaudaraan. +++ marthen/cnc












