Hal ini sekaligus memperkuat posisi Bank NTT sebagai instrumen pembangunan daerah, tidak hanya di sektor ekonomi lokal, tetapi juga dalam perlindungan warga NTT yang bekerja di luar negeri.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan membuka akses pembiayaan yang aman dan berbunga rendah bagi peserta magang dan PMI binaan LPK Musubu.
Lebih dari itu, kerja sama ini juga menjadi mekanisme pengendalian agar seluruh proses penempatan berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.
“Melalui kerja sama ini, perlindungan diberikan sejak pra-keberangkatan, sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah. Ke depan, Bank NTT terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga lain, sepanjang memenuhi syarat legalitas dan mengikuti prosedur yang berlaku,” tegas Charlie.
Bagi PT AP Bali Konsultan Bisnis, PKS ini memberikan kepastian pembiayaan bagi peserta didik LPK Musubu asal NTT yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki kontrak kerja resmi di negara tujuan.
Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya menjawab kebutuhan pembiayaan, tetapi juga memperkuat ekosistem penempatan PMI yang lebih tertib, manusiawi, dan berorientasi pada perlindungan jangka panjang. +++ marthen/*












