Usai meninjau lokasi, dr. Christian Widodo melanjutkan langkahnya ke RS Boromeus Kupang. Di sana, ia menjenguk Stefanus Kase, salah satu korban yang sedang dirawat.
Rasa haru pun tak terbendung. Roy Tosi, orang tua Stefanus, mengungkapkan terima kasih atas perhatian dan respons cepat pemerintah.
“Kami sangat terbantu. Pemerintah hadir tepat saat kami benar-benar membutuhkan, terutama soal biaya perawatan anak kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Ucapan serupa datang dari Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Belo, Pdt. Selvy Asfes Zina, S.Th. Menurutnya, kehadiran langsung Wali Kota bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga penghiburan. “Kehadiran Bapak Wali Kota memberi kekuatan bagi kami. Kami berharap gereja ini bisa segera diperbaiki dan kembali digunakan untuk ibadah,” ujar Selvy.
Sementara itu, Lurah Belo, Robinson Emlimasir Lona, SH, menjelaskan bahwa data awal mencatat 35 rumah terdampak. Namun, berdasarkan laporan tambahan warga, jumlah tersebut bertambah menjadi 45 rumah.
Pihak kelurahan bersama tim terkait akan segera melakukan verifikasi lanjutan dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan.
Di Bello, puing-puing masih berserakan. Namun, kehadiran Wali kota Kupang Christian Widodo di tengah warga telah memberi harapan bahwa dari reruntuhan ini, pemulihan akan dimulai bersama. +++ marthen/*












